IPARI Ponorogo Gelar Festival, Ajak Masyarakat Selaras dengan Alam

News16 Views

GueBerita.com – Kesadaran ekologis di masyarakat kini digerakkan melalui jalur dakwah dan penyuluhan agama. Hal ini tercermin dalam Festival Penyuluh Agama 2026 yang diselenggarakan di Ponorogo pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ponorogo. Festival tersebut berhasil mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari penyuluh agama, tokoh masyarakat, pelajar, hingga masyarakat umum.

Melalui forum yang diselenggarakan, para peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari tanggung jawab moral dan spiritual mereka. Ini menekankan hubungan mendalam antara keyakinan agama dan kepedulian terhadap alam.

Rangkaian acara festival ini dirancang secara komprehensif. Terdapat seminar dakwah yang berfokus pada ekoteologi, yang membahas bagaimana ajaran agama dapat diintegrasikan dengan isu-isu lingkungan. Selain itu, diselenggarakan pula berbagai perlombaan yang bersifat edukatif untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga alam.

Acara juga mencakup dialog lintas agama yang bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi antarumat beragama dalam upaya kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan yang menggunakan bahasa keagamaan dipilih agar pesan pelestarian alam dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan sambutan. Beliau menegaskan pandangannya bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini tidak dapat dipisahkan dari persoalan nilai-nilai moral dan spiritual yang dianut oleh manusia.

Baca juga: Antusiasme Anak-Anak Desa Tanen Ikuti Takbir Keliling Idul Adha Hingga Akhir

Muchlis menjelaskan, “Kerusakan lingkungan sering kali terjadi karena manusia kehilangan kesadaran spiritualnya dalam memperlakukan alam. Oleh karena itu, dakwah di era sekarang tidak cukup hanya berfokus pada hubungan vertikal manusia dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.”

Ia melanjutkan, “Dakwah juga harus mampu membangun harmoni antara manusia dengan alam. Ini adalah dimensi penting yang perlu digalakkan.”

Menurut Muchlis, gerakan dakwah ekoteologi yang diusung dalam festival ini sangat selaras dengan arah kebijakan nasional yang sedang dijalankan. Ia menilai, upaya yang dilakukan oleh IPARI Ponorogo ini sejalan dengan visi besar Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Visi tersebut secara tegas menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan terciptanya harmoni yang seimbang antara manusia dan lingkungan. Festival ini menjadi bukti nyata bagaimana para penyuluh agama dapat memainkan peran yang sangat aktif dalam menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dengan memadukan kekuatan dakwah yang persuasif dengan aksi nyata di lapangan, kesadaran masyarakat terhadap isu-isu perubahan iklim dan pentingnya pelestarian alam diharapkan dapat terus meningkat secara signifikan.

Di penghujung acara, seluruh peserta diajak untuk secara kolektif berkomitmen. Komitmen ini adalah untuk menularkan semangat kepedulian terhadap lingkungan kepada komunitas masing-masing, sehingga dampak positif dari festival ini dapat meluas dan berkelanjutan. (*)