Festival Penulis Internasional Makassar 2026: Literasi, Inklusivitas, dan Lingkungan

GueBerita.com – Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 menandai penyelenggaraan edisi ke-15 yang telah konsisten digagas oleh Rumata’ Art Space sejak tahun 2011.

Festival ini memiliki keunikan sebagai satu-satunya festival penulis internasional yang dikelola secara independen di wilayah Indonesia Timur.

Pada tahun ini, MIWF diselenggarakan pada tanggal 14 hingga 17 Mei 2026 bertempat di Fort Rotterdam, menghadirkan suasana yang meriah, akrab, dan penuh semangat kolaborasi.

Lebih dari sekadar ajang pertemuan sastra, MIWF menjelma menjadi ruang dialog gagasan-gagasan penting yang mengedepankan nilai-nilai hak asasi manusia, inklusivitas, antikorupsi, serta kesadaran terhadap isu-isu lingkungan.

Sejak tahun 2019, MIWF telah menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui program nirsampah atau zero waste.

Selanjutnya, pada Maret 2020, festival ini secara tegas mendeklarasikan diri menolak praktik all male panel atau diskusi yang didominasi oleh pembicara laki-laki.

Baca juga: Pengantin Dicokok Polisi Garut, Diduga Terlibat Pencurian Motor

Dedikasi terhadap prinsip-prinsip tersebut akhirnya membuahkan pengakuan internasional bagi MIWF.

Festival ini berhasil meraih International Excellence Award sebagai festival sastra terbaik pada tahun 2020 di ajang bergengsi London Book Fair.

Keberhasilan MIWF 2026 tidak terlepas dari dukungan komprehensif yang diberikan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui berbagai perangkat daerahnya.

Dinas Pariwisata Kota Makassar turut berkontribusi dalam festival ini sebagai wujud kolaborasi kreatif yang bertujuan untuk memantik dan mendorong kreativitas di kalangan generasi muda Makassar.

Dinas Perpustakaan Kota Makassar turut serta melalui dukungan yang diberikan oleh Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Makassar memiliki peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan, memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Selama pelaksanaan festival, para pengunjung disajikan beragam kelas diskusi yang mengupas tuntas berbagai isu krusial, mulai dari ranah sastra, budaya, lingkungan, hingga persoalan sosial yang relevan.

Namun, daya tarik MIWF tidak hanya terbatas pada sesi diskusi yang mendalam saja.

Festival ini juga menawarkan berbagai ruang kreatif dan edukatif yang memungkinkan pengunjung untuk belajar sekaligus berinteraksi secara langsung dengan berbagai bentuk ekspresi seni dan pengetahuan.

Semangat kepedulian terhadap lingkungan terpancar sejak awal penyelenggaraan festival.

Pengunjung secara aktif diimbau untuk membawa tumbler pribadi guna meminimalisir penggunaan sampah plastik sekali pakai.