Mengapa Jantung Jarang Diserang Kanker, Studi Ungkap Alasannya

Lifestyle9 Views

GueBerita.com – Sel kanker dikenal memiliki kemampuan agresif untuk menyebar dan menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia melalui proses yang disebut metastasis.

Namun, ada satu keunikan yang kerap menjadi perhatian di dunia medis: jantung merupakan salah satu organ yang paling jarang tersentuh oleh pertumbuhan maupun penyebaran sel kanker. Fenomena ini telah lama menjadi teka-teki, hingga akhirnya sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap alasannya.

Berdasarkan studi bertajuk “Mechanical load inhibits cancer growth in mouse and human hearts” yang dipublikasikan di jurnal Science oleh Giulio Ciucci, Serena Zacchigna, dan tim peneliti dari ICGEB, rahasia tersebut ternyata terletak pada aktivitas fisik jantung itu sendiri.

Denyut jantung rupanya tidak hanya berfungsi vital untuk memompa darah ke seluruh penjuru tubuh, melainkan juga menciptakan lingkungan mekanik yang sangat ekstrem bagi sel kanker. Mekanisme pompa jantung yang menghasilkan denyut secara terus-menerus terbukti menciptakan kondisi yang tidak ramah bagi sel kanker untuk berkembang.

Gerakan mekanik yang agresif dan konstan ini membuat lingkungan di dalam jaringan jantung menjadi tidak stabil. Akibatnya, sel kanker mengalami kesulitan besar untuk menempel pada jaringan, bertahan hidup, apalagi berkembang biak menjadi tumor yang ganas.

Baca juga: Hillary Rooca Tembus Tiga Besar Catur Putri Standar Dunia

Secara spesifik, detak jantung menghasilkan tekanan serta perubahan bentuk (deformasi) jaringan yang terjadi secara konstan. Kondisi dinamis inilah yang memaksa sel kanker kesulitan untuk beradaptasi maupun membentuk koloni yang stabil.

Berbeda dengan organ tubuh lain yang cenderung lebih statis atau diam, pergerakan aktif jantung secara tidak langsung bertindak sebagai perisai alami yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Ini adalah mekanisme pertahanan yang luar biasa dari tubuh.

Penemuan inovatif ini membuka perspektif baru yang sangat menjanjikan dalam dunia medis. Ke depannya, konsep lingkungan mekanik yang dimiliki oleh jantung dapat diadaptasi menjadi inspirasi penting untuk pengembangan terapi kanker di masa depan.

Para ahli melihat adanya peluang signifikan untuk meniru kondisi mekanik yang dimiliki jantung ini pada organ tubuh lain. Tujuannya adalah untuk menghambat penyebaran tumor secara efektif.

Hal ini membuktikan bahwa tubuh manusia sejatinya memiliki mekanisme pertahanan alami yang kuat. Mekanisme ini berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam upaya melawan penyebaran sel kanker yang mematikan. (*)