GueBerita.com – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral yang memperlihatkan truk Kopdes mengambil stok barang dari PT Indomarco Prismatama, pengelola jaringan retail modern Indomaret.
Rekaman video yang beredar di media sosial, khususnya dari akun TikTok @anas_tralala, menampilkan aktivitas bongkar muat barang yang memicu perdebatan di kalangan warganet.
Program Kopdes Merah Putih sendiri dipromosikan sebagai inisiatif untuk mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa dan memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga: Kabupaten Blitar Punya 236 KDKMP, 185 Siap Beroperasi Pasca Peresmian
Namun, tindakan pengambilan pasokan dari Indomarco ini dinilai bertentangan dengan semangat kemandirian distribusi. Penggunaan armada truk baru milik Kopdes untuk mengambil barang dari pemasok ritel besar nasional, alih-alih dari produsen atau pengepul lokal, menimbulkan pertanyaan.
Perbedaan jenis armada juga menjadi perhatian. Indomarco umumnya menggunakan truk boks tertutup untuk menjaga kualitas barang, sementara truk Kopdes yang terlihat dalam video adalah jenis truk terbuka.
Fenomena ini memicu diskusi publik mengenai arah kebijakan Koperasi Desa Merah Putih. Sebagian pihak khawatir jika kemitraan ini terus berlanjut tanpa upaya hilirisasi produk lokal, fungsi koperasi desa dapat bergeser.
Kekhawatiran tersebut adalah bahwa koperasi desa hanya akan menjadi perpanjangan tangan distribusi atau agen bagi jaringan ritel modern. Hal ini berpotensi menghambat pembangunan ekosistem rantai pasok yang benar-benar mandiri bagi warga desa.






