Kesehatan Usus: Pengaruhnya pada Pikiran dan Suasana Hati Anda

Lifestyle14 Views

GueBerita.com – Banyak orang meyakini bahwa kesehatan mental dan pengaturan emosi semata-mata dikendalikan oleh otak di kepala. Namun, kenyataannya, sistem pencernaan atau usus memiliki peran yang sangat signifikan dalam memengaruhi suasana hati, tingkat konsentrasi, stres, bahkan pola makan sehari-hari.

Menurut informasi dari laman zonasehat_idn, usus yang sering dijuluki sebagai “otak kedua” ternyata memegang kendali krusial terhadap kesehatan mental manusia.

Keterkaitan erat antara usus dan otak ini terjalin melalui saluran komunikasi yang disebut Saraf Vagus. Saraf ini terus-menerus mengirimkan sejumlah besar informasi biologis dari lambung langsung ke otak setiap detiknya.

Baca juga: Dolar Menguat, Harga Pangan Meroket Bebani Rumah Tangga

Sistem pencernaan juga merupakan pusat produksi hormon penting. Tercatat, hampir 95% serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan, diproduksi secara alami di dalam sistem pencernaan, bukan di dalam otak.

Selain memengaruhi suasana hati, kondisi mikrobioma atau populasi bakteri di dalam usus juga turut menentukan perilaku kita sehari-hari.

Bakteri usus tertentu diketahui mampu memengaruhi keinginan makan atau ngidam, dengan cara mengirimkan sinyal kimia yang mendorong otak untuk terus memilih makanan tinggi gula.

Lebih jauh lagi, gangguan pada usus dapat memberikan dampak langsung pada kondisi psikologis dan fisik seseorang, antara lain:

  • Memicu Kecemasan: Penelitian modern menunjukkan adanya kaitan antara peradangan pencernaan kronis dengan depresi, gangguan stres, serta peningkatan tingkat kecemasan sosial yang dialami banyak orang saat ini.
  • Sensasi ‘Butterflies in Your Stomach’: Perasaan gugup atau sensasi geli di perut terjadi karena sistem saraf usus merespons bahkan sebelum otak sepenuhnya menyadari dan memproses stres emosional.
  • Kabut Otak (Brain Fog): Penggunaan antibiotik yang kuat dapat merusak bakteri baik di usus secara sementara. Hal ini kemudian berpotensi memengaruhi fokus, daya ingat, suasana hati, serta kejernihan berpikir.

Sistem pencernaan yang sehat juga berfungsi sebagai garis pertahanan utama tubuh. Sekitar 70% dari sistem kekebalan tubuh manusia berada di dalam lapisan usus, tempat ia secara konstan memantau bakteri berbahaya dan racun setiap hari.

Oleh karena itu, ketika pola makan tidak teratur, kurang tidur, konsumsi gula berlebihan, atau kesehatan usus terganggu, tubuh dan pikiran akan segera merasakan dampaknya.

Menjaga kesehatan usus kini bukan lagi sekadar urusan kelancaran pencernaan, melainkan sebuah investasi penting untuk energi, fokus, suasana hati, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Langkah-langkah sederhana untuk mulai merawat “otak kedua” ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan utuh (alami), memperbanyak asupan serat, memastikan tidur yang cukup, mengelola stres dengan baik, serta mengurangi atau menghentikan konsumsi makanan olahan berlebih (ultra-processed food).