Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Ingatkan Aparat Jauhi Tindakan Ilegal

Nasional15 Views

GueBerita.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei. Museum ini didedikasikan untuk mengenang sejarah perjuangan kaum buruh, yang diharapkan dapat menjadi sarana edukasi penting mengenai sejarah ketenagakerjaan di Indonesia.

Menurut jadwal kepresidenan, Presiden tiba di lokasi peresmian sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keberadaan museum khusus yang berfokus pada perjuangan buruh merupakan sebuah fenomena yang langka di kancah internasional.

Baca juga: Dua Wanita Terekam Curi HP di Photobox Mal, Saldo Korban Ikut Dikuras

“Kita dapat berkumpul pada pagi hari ini di Kabupaten Nganjuk untuk melaksanakan peresmian sebuah museum yang didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh. Ini adalah saya kira mungkin peristiwa yang langka. Di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para buruh dan tamu undangan.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa museum ini berfungsi sebagai simbol dan pengingat akan keberanian Marsinah, seorang aktivis buruh perempuan yang gugur saat memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia merenungkan bahwa tragedi pembunuhan keji terhadap Marsinah di masa lalu seharusnya dapat dihindari jika falsafah dasar negara, khususnya Sila Kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, benar-benar diimplementasikan secara mendalam.

Di hadapan perwakilan berbagai organisasi buruh, pejabat pemerintah, serta aparat TNI dan Polri yang hadir, Kepala Negara juga menyampaikan instruksi tegas terkait penegakan hukum. Presiden memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat negara agar senantiasa menjaga marwah lembaga keadilan dan tidak terlibat dalam melindungi tindakan-tindakan ilegal.

“Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam. Aparat dibiayai, digaji, diberi makan oleh rakyat. Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat,” tegasnya.

Selain membahas aspek hukum dan hak buruh, Presiden Prabowo juga memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintah. Ia menepis anggapan bahwa dirinya anti terhadap mekanisme pasar bebas, namun menekankan pentingnya affirmative action atau intervensi pemerintah untuk melindungi masyarakat kelas bawah agar mereka mampu bersaing dengan pemodal besar.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memperkenalkan konsep “Indonesia Inc”. Konsep ini menggambarkan pengelolaan negara di mana seluruh elemen bangsa bergerak sebagai satu kesatuan korporasi kekeluargaan.