Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Komitmen Politik Bebas Aktif & Hubungan Baik Antartetangga

Nasional13 Views

GueBerita.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah kesempatan menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap persatuan nasional dan diplomasi perdamaian dalam kebijakan luar negerinya.

Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Presiden Prabowo menekankan bahwa kekuatan sejati Indonesia terletak pada sinergi dan kolaborasi seluruh komponen bangsa.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa warisan para pendiri bangsa, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir, adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Gagasan-gagasan mereka seharusnya menjadi inspirasi bersama untuk mewujudkan kemajuan bangsa, bukan diklaim oleh segelintir kelompok saja.

“Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta milik semuanya. Syahrir semua, kita di situ kehebatan kita,” ujar Presiden Prabowo, menekankan arti penting warisan para tokoh tersebut bagi persatuan nasional.

Dalam ranah kebijakan luar negeri, pemerintah Indonesia dipastikan akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik bebas aktif dan non-blok. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga kedaulatan dan independensi Indonesia di kancah internasional.

Presiden Prabowo juga mengusung prinsip *Good Neighbor Policy* atau kebijakan bertetangga yang baik. Tujuannya adalah untuk memastikan Indonesia tidak terseret dalam pusaran konflik geopolitik global, mengingat situasi di beberapa belahan dunia saat ini masih diwarnai ketegangan dan peperangan.

Menurut Kepala Negara, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bilateral yang tertunda dengan negara-negara sahabat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga hubungan baik dan stabilitas regional.

Beberapa capaian konkret yang diungkapkan meliputi penyelesaian perjanjian penting dengan Singapura dan Vietnam. Selain itu, hubungan diplomatik dengan Tiongkok juga terus diperbaiki demi menjaga stabilitas di wilayah perairan Natuna yang strategis.

Komunikasi yang intensif juga terus dijalin dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Papua Nugini (PNG), Australia, dan Thailand. Tujuannya adalah untuk memastikan kawasan sekitar Indonesia tetap kondusif dan damai, yang pada gilirannya akan mendukung pembangunan nasional.

Baca juga: Pengukuhan 500 Komcad ASN Sulsel: Penekanan pada Loyalitas dan Disiplin Bela Negara

Di tengah ketidakpastian situasi global, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Beliau yakin bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global.