Gubernur Jatim Dukung Revitalisasi Sekolah dan Program Pendidikan

Pendidikan14 Views

GueBerita.com – Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., secara resmi membuka pintu revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan menengah di tiga wilayah penting: Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Acara seremonial ini dilangsungkan dengan penuh khidmat di halaman SMKN 1 Tulungagung pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, para pejabat daerah yang turut serta serta jajaran pimpinan sekolah yang berdedikasi.

Kegiatan ini bukan sekadar peresmian semata, melainkan sebuah puncak dari serangkaian program komprehensif yang secara cerdas mengintegrasikan perbaikan infrastruktur sekolah dengan praktik nyata ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Sebelum acara peresmian dimulai, Gubernur Khofifah tidak melewatkan kesempatan untuk melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai program unggulan yang telah berjalan di SMKN 1 Tulungagung. Beliau ingin melihat secara langsung bagaimana implementasi program-program tersebut.

Baca juga: Semangat Kebersamaan Fatayat NU Tulungagung di Harlah ke-76

Rombongan yang mendampingi Gubernur berkesempatan untuk mengamati secara seksama unit-unit peternakan yang ada di sekolah. Terdapat unit peternakan sapi yang terawat baik, peternakan ayam pedaging atau broiler, ternak ayam petelur atau layer, hingga peternakan ayam kampung. Semua ini merupakan bagian integral dari praktik pembelajaran vokasi yang diterapkan di sekolah tersebut.

Kunjungan lapangan yang mendalam ini memiliki tujuan strategis, yaitu untuk memantau langsung sejauh mana implementasi Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) berjalan. Program ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemandirian pangan serta membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan.

Setelah berkeliling dan meninjau area taman serta unit pengolahan yang ada, rombongan melanjutkan agenda kunjungan ke lokasi panen melon yang telah berhasil dilaksanakan. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan aksi tebar benih ikan patin di kolam sekolah, sebuah simbol dimulainya siklus baru dalam praktik perikanan.

Puncak dari acara ini adalah peresmian revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan berbagai prasarana penting. Fasilitas-fasilitas ini mencakup kebutuhan SMA, SMK, dan SLB, baik yang berstatus negeri maupun swasta, di seluruh wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan sejumlah prasasti yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

Penandatanganan prasasti ini memiliki makna simbolis yang mendalam, yaitu menandai dimulainya penggunaan resmi dari berbagai fasilitas yang telah diperbaiki dan dibangun. Diharapkan, perbaikan ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.

Selain itu, fasilitas baru ini juga diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih optimal bagi pelaksanaan kegiatan praktik kejuruan yang menjadi ciri khas sekolah-sekolah menengah kejuruan. Sinergi antara infrastruktur dan kurikulum menjadi kunci.

Kegiatan ini secara tegas menegaskan adanya sinergi yang kuat antara program perbaikan infrastruktur pendidikan dengan pengembangan kurikulum vokasi yang inovatif. Keduanya berjalan beriringan untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing.

Dengan memadukan secara harmonis antara rehabilitasi fisik sekolah yang memadai dan penguatan program ketahanan pangan yang relevan, seperti Program SIKAP, pemerintah provinsi memiliki target yang jelas. Target tersebut adalah mencetak lulusan SMK yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan jiwa wirausaha, khususnya di sektor pertanian dan perikanan yang memiliki potensi besar. (*)