Wali Kota Mojokerto Buka SPPG Wates Dukung Makan Bergizi Gratis

Nasional3 Views

Wali Kota Mojokerto Resmikan SPPG Wates untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan pentingnya pemenuhan standar operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Penegasan ini disampaikan saat beliau meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates yang berlokasi di Kecamatan Magersari, pada hari Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, program nasional ini merupakan inisiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya sangat besar, yaitu untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

“Dalam rangka menjamin agar makan bergizi gratis ini bisa terlaksana sesuai niat baik Bapak Presiden untuk menyehatkan anak-anak Indonesia dan menciptakan generasi emas, maka SPPG yang bertugas menyiapkan MBG harus memenuhi standar kelayakan operasional,” ujar Ning Ita.

Beliau juga mengapresiasi pengelola SPPG Wates. Mereka telah menindaklanjuti arahan dari tim verifikasi dengan melakukan relokasi dapur. Langkah ini diambil demi memastikan seluruh standar operasional berjalan dengan optimal.

Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa untuk menjaga mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, jumlah SPPG di Kota Mojokerto telah ditingkatkan. Jumlahnya bertambah dari 17 menjadi 28 unit.

Setiap SPPG memiliki kapasitas pelayanan yang mampu menjangkau hingga 2.500 penerima manfaat. “Mari kita jaga bersama-sama dan kita awasi bersama,” tegasnya, mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif.

Selain berfokus pada pemenuhan gizi, program MBG juga diintegrasikan dengan sejumlah program prioritas nasional lainnya. Program tersebut meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program ketahanan pangan.

Integrasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis wilayah, hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Ke depannya, SPPG diharapkan dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini akan menggandeng kelompok tani, kelompok budidaya ikan, serta para peternak lokal. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi program MBG.

Baca juga: Hitsound dan Minite Hadirkan Take Your Time dengan Sound Hangat dan Groovy

“Kalau program-program ini saling bertautan, maka akan terbentuk sirkular ekonomi di masing-masing wilayah terkecil,” pungkasnya, menutup penjelasannya. (*)