Kebakaran Stasiun Gambir: 6 Kios Hangus, Kerugian Rp 200 Juta
GueBerita.com – Insiden kebakaran yang melanda kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11/2026) malam meninggalkan dampak kerugian materiil yang cukup signifikan. Pihak berwenang menaksir kerugian akibat peristiwa ini mencapai angka Rp200 juta, setelah api menghanguskan fasilitas di area stasiun.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengonfirmasi nilai kerugian tersebut dalam keterangannya pada Minggu. Kebakaran yang bermula dari ruang panel listrik ini dilaporkan berdampak langsung pada enam unit kios yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kejadian bermula pada Sabtu malam sekitar pukul 20.32 WIB. Berdasarkan data awal dari pihak terkait, titik api terdeteksi muncul di ruang panel listrik yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 1, Kecamatan Gambir. Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab utama insiden tersebut adalah adanya korsleting listrik.
Respons cepat dilakukan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran beserta 60 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merambat ke area yang lebih luas di lingkungan stasiun.
Berikut adalah kronologi singkat penanganan kebakaran di Stasiun Gambir:
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Selain itu, tidak ada warga atau penumpang yang perlu dievakuasi secara darurat dari kawasan stasiun selama proses pemadaman berlangsung.
Di sisi lain, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memberikan klarifikasi mengenai operasional perjalanan kereta api. Meski sempat terjadi kepanikan di area stasiun, manajemen KAI memastikan bahwa seluruh jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta api tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh insiden tersebut.
Sebagai informasi, Stasiun Gambir merupakan salah satu objek vital transportasi kereta api di Jakarta yang melayani rute jarak jauh. Mengingat lokasinya yang berada di pusat ibu kota, standar pengamanan dan pemeliharaan instalasi listrik di area ini menjadi perhatian utama bagi pengelola untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.









