Syukur Panen dan Lestarikan Budaya Lewat Tradisi Manten Tebu PT RMI Binangun

News13 Views

GueBerita.com – Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, Kecamatan Binangun diselimuti oleh suasana penuh doa dan rasa syukur.

PT Rejoso Manis Indo (RMI) kembali menggelar tradisi Manten Tebu, sebuah ritual panen tebu yang telah mengakar kuat sebagai bagian dari budaya masyarakat setempat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Blitar, H. Rijanto, bersama Wakil Bupati, H. Beky Herdihansah. Keduanya berdiri sejajar dengan para petani, turut serta merayakan hasil kerja keras mereka selama setahun penuh.

Tradisi Manten Tebu ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, ia merupakan wujud ungkapan syukur atas hasil panen tebu yang melimpah. Di sisi lain, tradisi ini menjadi sarana penting untuk melestarikan kearifan lokal yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Blitar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada para petani tebu dan PT Rejoso Manis Indo. Kontribusi mereka dinilai sangat signifikan dalam mendukung sektor pergulaan di daerah Kabupaten Blitar.

Bupati menekankan bahwa melalui semangat yang diusung dalam tradisi Manten Tebu, produktivitas tebu di Blitar terus mengalami peningkatan. Hal ini secara langsung berkontribusi dalam mendorong kesejahteraan para petani dan memperkuat fondasi perekonomian Kabupaten Blitar secara keseluruhan.

Baca juga: Persib Bandung Dilarang Rekrut Pemain Baru Akibat Sanksi FIFA

Manten Tebu sendiri bukanlah sekadar sebuah seremoni belaka. Tradisi ini melibatkan serangkaian prosesi adat yang khidmat, diiringi dengan doa bersama. Puncak dari ritual ini adalah simbolisasi “pernikahan” tebu, yang melambangkan harapan akan hasil panen yang berlimpah ruah di masa mendatang.

Lebih jauh, tradisi Manten Tebu menjadi pengingat penting bahwa sektor pertanian tebu di Blitar tidak hanya memiliki dimensi ekonomi semata. Ia juga merupakan representasi dari identitas budaya yang kaya, sebuah warisan berharga yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Apresiasi yang diberikan oleh Bupati Blitar kepada para petani dan PT RMI memiliki makna yang sangat mendalam. Para petani diakui sebagai aktor utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Sementara itu, industri gula yang ada di Blitar berperan sebagai motor penggerak utama dalam perekonomian, baik di sektor hulu maupun hilir.

Sinergi yang terjalin antara petani dan industri gula ini menjadi kunci utama dalam memperkuat rantai pasok gula. Dengan adanya kolaborasi yang solid, para petani tidak lagi merasa berjuang sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

Menatap ke depan, Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmennya yang kuat. Melalui berbagai program yang telah dirancang, seperti peningkatan produktivitas tebu dan perluasan areal tanam, Pemkab Blitar berupaya memberikan jawaban atas berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang dalam sektor pergulaan.