GueBerita.com – Sebuah peristiwa tak terduga terjadi ketika seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) diamankan oleh petugas kepolisian. Bocah tersebut diduga terlibat dalam pengelolaan grup tawuran yang beroperasi melalui media sosial.
Saat petugas hendak melakukan penangkapan, anak laki-laki ini sempat berusaha melarikan diri. Namun, upayanya terhenti di depan pagar kediamannya sendiri, di mana ia akhirnya berhasil dihentikan oleh petugas.
Dalam pemeriksaan awal, bocah tersebut memberikan keterangan bahwa ia sedang dalam perjalanan untuk membeli kopi atas permintaan kakeknya. Pernyataan ini disampaikan saat petugas mulai melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dirinya.
Namun, hasil pemeriksaan pada ponsel miliknya membuka tabir baru. Ditemukan adanya akun grup yang diduga terkait dengan aktivitas tawuran, yang terhubung langsung dengan perangkat yang ia gunakan.
Meskipun awalnya sempat memberikan bantahan, suasana berubah drastis saat pemeriksaan berlangsung. Tangis pecah dari bocah kelas 5 SD tersebut saat bukti-bukti digital mulai terungkap di hadapannya.
Penangkapan ini dilakukan oleh petugas kepolisian saat mereka tengah melakukan penyisiran di sebuah lokasi yang dicurigai akan menjadi arena bentrokan antar pelajar. Patroli ini merupakan bagian dari upaya antisipasi terjadinya aksi kekerasan.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan terhadap ponsel milik siswa tersebut, terdeteksi sebuah akun grup tawuran yang masih dalam keadaan aktif. Hal ini menjadi dasar bagi kepolisian untuk mendalami lebih lanjut dugaan keterlibatan anak di bawah umur ini.
Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai aktivitasnya, anak tersebut kembali menyatakan niatnya yang sederhana, yaitu hanya pergi ke warung untuk membeli kopi. Pernyataan ini diulanginya di hadapan petugas.
Akan tetapi, temuan bukti digital oleh petugas tidak sesuai dengan pengakuan tersebut. Bukti-bukti yang ditemukan mengarah pada keterlibatan aktif dalam sebuah grup yang berkaitan dengan aktivitas tawuran.
Adanya bukti digital yang kuat ini semakin mendorong pihak kepolisian untuk terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Tekanan dari bukti yang terungkap akhirnya membuat anak tersebut tidak mampu lagi menahan kesedihannya dan menangis.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali mencuat melalui unggahan di akun Instagram dengan nama pengguna @putuarizona_31. Unggahan tersebut tidak hanya memperlihatkan momen penangkapan, tetapi juga menyertakan penjelasan mengenai pengakuan awal dari anak yang bersangkutan.






