GueBerita.com – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Fuad Bawazier, mengemukakan pandangannya mengenai implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan mulai bergulir pada awal tahun 2025.
Pandangan ini disampaikan oleh Fuad dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Pernyataannya dalam forum tersebut menjadi sorotan.
Fuad Bawazier berpendapat bahwa program berskala nasional seperti MBG memerlukan tahapan penyempurnaan yang progresif. Ia menekankan bahwa program sebesar ini tidak mungkin mencapai kesempurnaan instan sejak awal pelaksanaannya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa penyesuaian anggaran menjadi bagian yang lumrah dalam proses implementasi program. Hal ini dikarenakan kebutuhan riil di lapangan baru dapat teridentifikasi secara akurat setelah program benar-benar berjalan.
Menurut analisis Fuad, penyusunan anggaran di fase awal seringkali dibuat lebih besar. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kekurangan atau hambatan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program.
Ia memproyeksikan bahwa pemerintah akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan spesifik program seiring dengan bertambahnya pengalaman dalam mengelola MBG.
Fuad memperkirakan bahwa kualitas pelaksanaan program MBG akan menunjukkan peningkatan signifikan dan mencapai tingkat kematangan optimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Selain itu, ia juga memberikan perhatian khusus pada aspek keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dalam rangka pelaksanaan program ini.
Menurut Fuad, partisipasi aktif UMKM dalam program MBG berpotensi besar untuk memacu perputaran roda ekonomi di tingkat daerah. Dampak positif ini kemudian akan meluas, menciptakan efek berganda yang signifikan bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, Fuad Bawazier menilai bahwa program MBG memiliki potensi luar biasa dalam menciptakan berbagai peluang lapangan kerja baru. Ia bahkan memperkirakan potensi tersebut dapat membuka jutaan kesempatan kerja apabila cakupan program terus diperluas.






