Evakuasi KM Virgo Transport 8: 45 Menit Penyelam BSG Manfaatkan Air Teduh

News6 Views

GueBerita.com – Operasi pencarian dan penyelamatan korban musibah KM Virgo Transport 8 kini memasuki fase krusial dengan ketergantungan tinggi terhadap kondisi alam bawah laut. Tim penyelam gabungan harus bekerja dengan presisi tinggi di tengah tantangan arus yang ekstrem.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengungkapkan bahwa arus bawah laut di lokasi kapal terbalik mencapai kecepatan di atas 2 hingga 3 knot. Kondisi ini dikategorikan sangat berbahaya bagi keselamatan penyelam, sehingga operasi tidak bisa dilakukan secara terus-menerus.

Dalam dunia penyelaman profesional, kecepatan arus di atas 2 knot merupakan batas ambang maksimal yang berisiko tinggi. Tekanan arus yang kencang dapat mengganggu stabilitas penyelam, mempersulit navigasi di dalam bangkai kapal, serta meningkatkan risiko dekompresi atau benturan dengan material kapal.

Pemanfaatan Fenomena ‘Air Teduh’

Di tengah tantangan tersebut, tim Basarnas Special Group (BSG) bersama penyelam dari PT Jasa Lindo berhasil menemukan celah waktu yang tepat. Fenomena yang dikenal oleh para penyelam sebagai momen ‘air teduh’ atau kondisi arus yang melambat terjadi secara singkat.

“Akhirnya, di sela-sela waktu tersebut ada sela jeda ya airnya teduh, nah hanya beberapa menit ya, kurang lebih sekitar 45 menit air teduh, itulah dimanfaatkan oleh BSG, Basarnas Special Group dan penyelam dari PT Jasa Lindo untuk menyelam,” ujar I Putu Sudayana pada Senin, 21 September 2026.

Dalam durasi waktu yang sangat terbatas yakni 45 menit tersebut, tim penyelam bergerak cepat untuk masuk ke dalam badan kapal. Kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya satu korban dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8.

Statistik dan Progres Operasi SAR

Hingga saat ini, proses Evakuasi masih menjadi prioritas utama. Mengingat kondisi kapal yang terbalik dan arus yang dinamis, tim SAR terus menerapkan prosedur keamanan ketat sebelum mengirim personel ke titik evakuasi.

Berikut adalah data terkini terkait penumpang KM Virgo Transport 8 berdasarkan manifes keberangkatan:

  • Total manifest penumpang: 243 orang.
  • Jumlah korban ditemukan: 118 orang.
  • Kondisi selamat: 108 orang.
  • Kondisi meninggal dunia: 10 orang.
  • Jumlah yang masih dalam pencarian: 125 orang.

KM Virgo Transport 8 sendiri diketahui memulai pelayarannya dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Peristiwa terbaliknya kapal ini memicu pengerahan sumber daya besar-besaran, termasuk rencana penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memetakan kondisi di dalam kapal yang sulit dijangkau manusia.

Operasi pencarian ini akan terus berlanjut dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan arus laut. Keselamatan para penyelam tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan evakuasi, mengingat struktur bangkai kapal yang mungkin telah mengalami pergeseran atau kerusakan pasca-insiden.