GueBerita.com – Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden di perairan Laut Jawa terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tim penyelam dari Basarnas kembali berhasil mengEvakuasi satu jenazah dari dalam bangkai kapal tersebut pada Minggu (20/9/2026).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya M. Syafii, mengonfirmasi bahwa setelah ditemukan, korban segera dibawa menuju KN SAR Kamajaya. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk penanganan lebih lanjut sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam keterangannya, Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi korban dari badan kapal ke helikopter dilakukan dengan prosedur khusus. “Selanjutnya, korban akan dievakuasi melalui jalur udara menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas dengan teknik hoisting rescue net,” ujarnya.
Teknik hoisting rescue net sendiri merupakan metode penyelamatan yang lazim digunakan dalam operasi SAR laut untuk mengangkat korban dengan aman dari kapal yang berada dalam posisi sulit atau terbalik. Penggunaan helikopter menjadi krusial untuk mempercepat proses evakuasi menuju fasilitas penanganan yang lebih memadai.
Pengerahan Tim Spesialis
Operasi pencarian ini melibatkan enam personel dari tim penyelam khusus Basarnas (BSG). Kehadiran para ahli penyelam ini difokuskan untuk menyisir bagian dalam bangkai kapal KM Virgo Transport 8, yang hingga saat ini masih menjadi lokasi utama pencarian korban yang diduga terjebak.
Selain tim penyelam, KN SAR Kamajaya turut berperan aktif dalam operasi ini. Kapal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pos koordinasi di tengah laut, tetapi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi bangkai kapal untuk mendukung mobilitas tim di lapangan.
Syafii menekankan bahwa seluruh unsur SAR gabungan bekerja dengan prinsip kehati-hatian. “Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Latar Belakang Insiden
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, dengan tujuan akhir Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Data manifes mencatat terdapat 243 orang di atas kapal saat insiden terjadi.
Berdasarkan laporan awal, kapal sempat menghadapi cuaca buruk di perairan Masalembo, Laut Jawa, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan tersebut pada hari yang sama saat hilang kontak.
Hingga Sabtu (19/9/2026) malam pukul 21.00 Wita, total 117 orang telah ditemukan dengan rincian:
- 108 orang dinyatakan selamat.
- 9 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan penemuan terbaru ini, tim SAR masih berupaya mencari 126 orang lainnya yang tercatat dalam manifes namun belum ditemukan. Operasi SAR akan terus berlanjut dengan fokus utama pada penyisiran bangkai kapal dan area perairan sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.






