Kapolda Banten: Pelampung Kedua Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis

News61 Views

GueBerita.com – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus membuahkan temuan material, namun belum memberikan titik terang mengenai keberadaan korban. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, secara resmi mengonfirmasi bahwa pelampung atau life jacket yang ditemukan oleh tim SAR gabungan bukanlah bagian dari perlengkapan kapal Arupadhatu 1 yang tengah dicari.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul ditemukannya pelampung kedua oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer pada operasi pencarian hari keempat. Sebelumnya, tim SAR juga telah menemukan satu pelampung serupa, namun hasil verifikasi menunjukkan hasil yang sama.

Konfirmasi Pemilik Kapal

Kepastian mengenai asal-usul peralatan keselamatan tersebut didapat setelah pihak kepolisian melakukan interogasi mendalam kepada pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa. Berdasarkan keterangan pemilik, baik pelampung pertama maupun pelampung kedua yang ditemukan selama masa pencarian, tidak terdaftar sebagai inventaris keselamatan kapal yang membawa delapan orang tersebut.

“Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1,” tegas Irjen Pol Hengki, Sabtu, 12 September 2026.

Perluasan Area dan Intensitas Pencarian

Memasuki hari kelima, Sabtu, 12 September 2026, tim SAR gabungan meningkatkan skala operasi pencarian. Kapal SAR Sanjaya telah diberangkatkan sejak pukul 07.30 WIB untuk melakukan penyisiran. Total armada yang dikerahkan kini mencapai 14 kapal, bertambah satu unit dari hari sebelumnya.

Operasi ini mencakup area yang sangat luas, yakni sekitar 4.512 nautical mile, yang dibagi ke dalam enam sektor pencarian. Fokus utama penyisiran difokuskan pada wilayah perairan di sekitar Lampung, Bengkulu, hingga kawasan Ujung Kulon, mengingat arus laut yang mungkin membawa objek pencarian ke arah tersebut.

Latar Belakang Peristiwa

Insiden hilangnya delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal ini terjadi saat mereka sedang melakukan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Sejak saat itu, tim SAR gabungan segera membentuk posko di Dermaga Ciwandan untuk mengoordinasikan pencarian.

Terkait temuan pelampung oranye oleh KAL Anyer, Komandan Lanal (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menjelaskan bahwa objek tersebut ditemukan di sebelah timur Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 16,2 nautical mile. Pihak SAR saat ini masih terus melakukan analisis apakah temuan-temuan material tersebut memiliki keterkaitan dengan insiden hilangnya kapal atau merupakan benda yang terbawa arus dari lokasi lain.

Hingga laporan ini diturunkan, tim SAR gabungan di Posko Anjungan Dermaga Ciwandan terus melakukan serah terima dan pendataan atas setiap temuan di lapangan. Fokus utama tetap pada pencarian delapan korban yang telah hilang kontak selama lima hari terakhir.