Presiden Prabowo dan Bahlil Bahas Harga BBM hingga Hilirisasi

News14 Views

GueBerita.comPresiden Prabowo Subianto kembali memberikan penekanan pada tiga persoalan energi yang krusial.

Dalam diskusi tertutup bersama pihak Kementerian ESDM, pemimpin negara tersebut menekankan krusialnya penyediaan listrik yang stabil, keterjangkauan harga energi, serta akselerasi nilai tambah komoditas sumber daya alam.

Pihak pemerintah berupaya menjamin agar tidak ada kendala yang menghambat operasional masyarakat maupun sektor industri.

Presiden memberikan instruksi terkait mitigasi pemadaman listrik, menjaga stabilitas harga BBM, serta eksekusi program hilirisasi.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto ketika menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di area Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) untuk lekas menuntaskan masalah pemadaman listrik yang masih kerap muncul di beberapa daerah, terutama wilayah Kalimantan.

Menteri Bahlil mengonfirmasi bahwa gangguan listrik itu dipicu oleh pemeliharaan infrastruktur jaringan, bukan akibat kekurangan stok energi.

Presiden Prabowo mengarahkan agar tarif BBM bersubsidi terus dijaga, sementara penyesuaian harga BBM non-subsidi akan disesuaikan dengan fluktuasi harga minyak mentah global.

Presiden Prabowo menegaskan supaya semua korporasi nasional yang menerima perpanjangan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) serta peralihan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) wajib memenuhi komitmen hilirisasi sesuai ketentuan hukum.

Presiden berharap perusahaan pertambangan yang mendapatkan perpanjangan izin tidak sekadar melakukan ekspor komoditas mentah, melainkan turut mendirikan fasilitas pengolahan domestik sesuai dengan regulasi yang ada.

Melalui instruksi ini, pemerintah mematok target agar pemulihan pasokan listrik di Kalimantan segera terealisasi.