GueBerita.com – Operasi Pencarian kapal nelayan KMN Fatma Jaya 1 yang kehilangan kontak di wilayah perairan Pulau Bawean hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan kembali meneruskan misi penyelamatan pada hari ketiga, Kamis, 30 Juli 2026, dengan mengerahkan kapal KN SAR 249 Permadi yang diawaki oleh 17 personel.
Pengerahan armada dan personel ini dilakukan untuk memperlebar cakupan wilayah pencarian agar KMN Fatma Jaya 1 beserta kelima awaknya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Pencarian ini dikomandoi oleh SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H. Kapal KN SAR 249 Permadi bertolak dari dermaga umum Pulau Bawean tepat pukul 07.00 WIB menuju sektor pencarian di bagian barat Pulau Bawean.
KN SAR 249 Permadi melaju dengan kecepatan 14 knot, menempuh jarak sekitar 9 mil laut untuk mencapai titik operasi.
Tim akan melakukan penyisiran di area perairan seluas kurang lebih 50 mil laut, yang menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan dalam melacak keberadaan KMN Fatma Jaya 1 beserta kelima awak kapal.
Merujuk pada prakiraan BMKG, situasi cuaca di lokasi menunjukkan ketinggian gelombang berada di kisaran 0,5 hingga 1,26 meter.
Kecepatan angin tercatat sekitar 13 knot, sedangkan arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan mencapai 1 knot.
“Walaupun demikian, situasi tersebut masih memungkinkan tim untuk melakukan penyisiran dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel,” ujar Nanang.
BASARNAS pun telah mengaktifkan e-broadcast, di mana informasi mengenai hilangnya KMN Fatma Jaya 1 disebarluaskan kepada seluruh instansi maritim serta pihak-pihak terkait yang dapat memberikan bantuan dalam proses pencarian.
Operasi SAR ini didukung oleh berbagai pihak, mencakup Kantor SAR Kelas A Surabaya, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Lamongan, Satpolairud Polres Gresik, Dinas Perikanan Lamongan, PPN Brondong, RN Brondong, KPLP Bawean, Pos TNI AL Bawean, komunitas nelayan setempat, dan unsur SAR lainnya.






