Saham Chip Melesat: Proyeksi Microsoft Redam Ketakutan Investasi AI

Teknologi4 Views

GueBerita.com – Bursa saham Wall Street berakhir di zona hijau pada Kamis, 30 Juli 2026, yang dipicu oleh reli pada sektor teknologi serta produsen semikonduktor.

Microsoft mencatatkan reli harian paling signifikan dalam 18 tahun terakhir menyusul pengumuman proyeksi pendapatan kuartalan dan ekspansi layanan cloud yang melebihi ekspektasi pelaku pasar.

Selain itu, perusahaan mengungkapkan bahwa pengeluaran modal mereka lebih rendah dari prediksi awal, sekaligus menegaskan keyakinan dalam mempertahankan arus kas hingga tahun fiskal 2027.

Optimisme tersebut berhasil meredam kecemasan investor terkait masifnya pendanaan pada sektor kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan-perusahaan raksasa teknologi.

Indeks semikonduktor PHLX melesat 8,2 persen, diikuti oleh lonjakan saham Micron Technology sebesar 18 persen, Sandisk sebesar 26 persen, serta Advanced Micro Devices (AMD) yang menguat 13 persen.

Indeks Nasdaq ditutup menguat 2,78 persen ke posisi 25.122,18, sementara Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 1,19 persen ke level 52.208,06.

Sebelumnya, pergerakan pasar sempat tertekan akibat keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga serta memberikan indikasi yang tidak pasti mengenai langkah kebijakan moneter di masa depan.

Indikator ekonomi Amerika Serikat juga memperlihatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di angka 1,5 persen pada kuartal kedua, di samping tingkat inflasi Juni yang menunjukkan tren penurunan.

Di sisi lain, saham Qualcomm terkoreksi 2,6 persen setelah perusahaan mengumumkan proyeksi laba kuartal keempat yang berada di bawah estimasi para analis.

Sementara itu, Starbucks mengalami kenaikan 1,6 persen usai merevisi naik proyeksi penjualan serta laba tahunan perusahaan. (*)