GueBerita.com – Pasar saham di kawasan Asia mengalami pelemahan pada Selasa, 28 Juli 2026, yang didorong oleh kemerosotan sektor semikonduktor akibat keraguan investor terkait tingginya biaya modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Indeks KOSPI di Korea Selatan sempat merosot lebih dari 8 persen sehingga memicu pemberlakuan circuit breaker, sementara indeks Nikkei Jepang terkoreksi sekitar 4 persen.
Sentimen negatif pada industri chip kian menguat setelah harga Saham Nvidia terpangkas sekitar 5 persen. Penurunan ini dipicu oleh laporan Reuters yang merujuk pada The Wall Street Journal mengenai diskusi perusahaan tersebut terkait rencana pemberian jaminan pendanaan senilai 250 miliar dolar AS untuk infrastruktur pusat data milik OpenAI.
Di pasar Tiongkok, saham CXMT Corp yang sebelumnya sempat meroket 466 persen saat debut perdana, kini berbalik turun sekitar 7 persen, kendati kenaikan awal tersebut sempat dianggap sebagai sinyal positif kepercayaan investor terhadap ekosistem AI serta industri semikonduktor lokal di China.
Reuters juga menyoroti laporan dari The Information yang menyatakan bahwa China telah memulai produksi mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV) secara mandiri, sebuah teknologi yang selama ini dikuasai oleh perusahaan asal Belanda, ASML.
Kabar tersebut berdampak negatif pada saham ASML yang anjlok sekitar 8,5 persen, diikuti oleh penurunan saham SK Hynix sebesar hampir 11 persen serta Samsung Electronics yang melemah lebih dari 9 persen.
Sementara itu, di Jepang, saham Kioxia terperosok sekitar 18 persen dan Tokyo Electron mengalami koreksi hampir 10 persen akibat aksi jual massal pada saham-saham teknologi.
Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati probabilitas sekitar 38 persen bahwa Federal Reserve akan melakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat pada Rabu, 29 Juli 2026, di tengah meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakibatkan penurunan harga minyak dunia. (*)






