Saham Nvidia dan ASML Anjlok, Investor Waspadai Dominasi China

Teknologi18 Views

GueBerita.com – Nilai saham berbagai perusahaan semikonduktor di Asia serta Eropa mengalami koreksi pada Selasa, 28 Juli 2026, dipicu oleh kecemasan pelaku pasar terhadap eskalasi kompetisi industri cip dari China serta masifnya modal yang diperlukan untuk riset kecerdasan buatan (AI).

Indeks KOSPI di Korea Selatan anjlok hampir 10 persen yang berujung pada aktivasi mekanisme penghentian perdagangan sementara (circuit breaker), sementara indeks Nikkei di Jepang terkoreksi sekitar 4,4 persen.

Tekanan negatif kian terasa usai Saham Nvidia merosot 5 persen pasca pemberitaan The Wall Street Journal, yang dilansir Reuters, mengenai rencana penggalangan dana sekitar 250 miliar dolar AS untuk mendukung proyek pusat data OpenAI.

Berita tersebut turut mengungkapkan bahwa Nvidia dan OpenAI sedang mendiskusikan pembiayaan pengadaan cip hingga mencapai 350 miliar dolar AS, yang memicu keraguan terkait prospek jangka panjang dari investasi jumbo di bidang AI.

Di kawasan Eropa, saham ASML merosot sekitar 8,5 persen setelah The Information, sebagaimana dikutip Reuters, mengabarkan bahwa China kini mulai memproduksi mesin litografi deep ultraviolet (DUV) immersion secara mandiri.

Kemajuan teknologi ini dipandang semakin memperkokoh eksistensi industri semikonduktor China sekaligus memperketat persaingan bagi para produsen cip global yang selama ini menguasai pasar.

Reuters juga mencatat bahwa produsen cip memori asal China, CXMT, mengalami kenaikan signifikan saat hari pertama perdagangan, menjadikannya perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di bursa saham China.

Kini, investor tengah memantau rilis laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi, antara lain Apple, Meta, Microsoft, serta Amazon, yang diprediksi akan memberikan sinyal terkait tren pengeluaran untuk infrastruktur AI di masa mendatang.

Di sisi lain, para pelaku pasar juga tengah mengamati probabilitas sekitar 38 persen bahwa Federal Reserve akan melakukan kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan yang diagendakan pada Rabu, 29 Juli 2026. (*)