Krisis Biaya Hidup di China: Pekerja Muda Rela Berbagi Kasur

Viral89 Views

GueBerita.com – Tren berbagi kamar, bahkan ranjang, mulai menjamur di kalangan penyewa usia muda di China sebagai strategi menekan ongkos hidup di tengah iklim ekonomi dan bursa kerja yang tidak menentu, sebagaimana dilaporkan pada Kamis (30/7).

Zeng, seorang penyewa berusia 25 tahun yang berdomisili di Wuhan, memilih untuk mengajak wanita lain berbagi kamar serta tempat tidurnya guna memangkas biaya sewa bulanan sekitar 450 yuan dari total penghasilan bulanannya yang mencapai 4.000 yuan.

Bagi Zeng, langkah ini diambil demi menjaga stabilitas finansial di tengah kecemasan akan risiko PHK dan stagnasi gaji.

Praktik ini pun viral di jagat maya China, di mana tagar mengenai berbagi tempat tidur telah disaksikan lebih dari 14 juta kali di Weibo, sementara konten dengan topik serupa meraup hampir 40 juta penayangan di Douyin.

Pada platform Xiaohongshu, kata kunci terkait “bed-sharing” memunculkan lebih dari 37.000 entri, yang mencakup berbagai iklan dari penyewa yang membutuhkan teman sekamar untuk berbagi ranjang.

Walaupun masih menjadi praktik minoritas di antara sekitar 260 juta penyewa di China, tren ini dinilai sebagai cerminan dari sikap masyarakat yang semakin waspada dalam pengeluaran serta kegelisahan terhadap stabilitas karier.

Mingwei Liu, Direktur Center for Global Work and Employment di Rutgers University, mengungkapkan bahwa fenomena tersebut menandakan kian pudarnya rasa percaya diri generasi muda terhadap jaminan pekerjaan jangka panjang, kestabilan pendapatan, maupun keberlangsungan hidup di kawasan urban.

Menurut Liu, jika perspektif ini kian mengakar, dampaknya bisa memicu tekanan pada konsumsi rumah tangga, melemahnya permintaan sektor properti, hingga penurunan angka pernikahan di masa depan.

Laporan ekonomi China yang terbit bulan ini mengonfirmasi adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi ke titik terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir, sementara konsumsi domestik masih belum menunjukkan pergerakan berarti kendati sektor ekspor dan manufaktur tetap tangguh.

Kejadian serupa turut dialami oleh sejumlah individu di Beijing, termasuk mantan staf perusahaan rintisan AI serta eks pegawai firma teknik sipil yang terpaksa mencari teman sekamar demi menghemat biaya sewa akibat pemangkasan gaji atau kehilangan pekerjaan. (*)