GueBerita.com — Peristiwa tragis mengguncang kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, setelah seorang petugas keamanan bernama Sumarna (40) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat (24/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Penemuan jasad tersebut terjadi di area perairan dekat Tanggul Ubrug. Suasana duka menyelimuti rekan kerja serta pihak keluarga korban yang tidak menyangka nasib nahas menimpa Sumarna saat tengah menjalankan tugasnya.
Saat ditemukan oleh warga setempat bersama rekan sesama petugas keamanan, kondisi jenazah korban sangat memprihatinkan. Sumarna ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dalam posisi mengapung di tepi danau.
Lebih lanjut, ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan fisik yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Kedua tangan Sumarna dalam keadaan terborgol ke arah belakang, sementara bagian mulutnya tertutup rapat oleh lakban.
Kejadian bermula ketika korban sedang melaksanakan giliran piket malam di kawasan objek vital tersebut. Namun, sejak pukul 03.00 WIB, komunikasi antara korban dengan rekan kerjanya terputus secara tiba-tiba.
Karena tidak terlihat kembali ke pos penjagaan setelah waktu yang ditentukan, rekan korban mulai merasa curiga. Mereka kemudian berinisiatif melakukan penyisiran di sekitar area waduk hingga akhirnya menemukan jasad korban.
Berdasarkan keterangan yang berkembang di lingkungan warga dan rekan kerja, muncul dugaan awal mengenai penyebab insiden ini. Diduga kuat, korban sempat berupaya menegur sekelompok pemuda yang disinyalir merupakan oknum pelajar.
Teguran tersebut dilakukan karena kelompok tersebut diduga hendak melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di kawasan sekitar waduk. Diduga, upaya penertiban yang dilakukan Sumarna justru memicu kemarahan kelompok tersebut hingga berujung pada penganiayaan berat.
Menanggapi laporan penemuan jenazah tersebut, pihak kepolisian segera melakukan tindakan pengamanan lokasi dan evakuasi. Jasad Sumarna kemudian dibawa menuju RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut mencakup sepeda motor milik korban serta alat komunikasi berupa handy talky (HT).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya melakukan pencarian terhadap ponsel milik korban yang dilaporkan hilang. Barang tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap jejak digital atau komunikasi terakhir korban.
Proses penyelidikan terus berlanjut dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk membongkar kronologi kejadian secara presisi serta mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam tindakan kriminal tersebut.
Pihak berwenang berkomitmen untuk mendalami motif di balik peristiwa ini. Mengingat korban adalah petugas yang sedang menjalankan tugas, kepolisian memprioritaskan pengungkapan kasus ini agar para pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Catatan Redaksi: Informasi mengenai keterlibatan oknum pelajar dan motif kejadian yang beredar saat ini masih berupa dugaan di masyarakat. Keterangan tersebut belum menjadi pernyataan resmi dari pihak kepolisian, sehingga seluruh fakta hukum masih menunggu hasil penyelidikan mendalam yang sedang berjalan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi keamanan di kawasan objek vital. Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu rilis resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus ini.






