Siswa SD di Grobogan Makan Siang Gratis di Tengah Kondisi Ruang Kelas yang Roboh

Viral4 Views

GueBerita.com – Fasilitas pendidikan di SD Negeri Tanggirejo, yang terletak di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini tengah menjadi sorotan publik akibat kerusakan bangunan yang cukup parah.

Permasalahan ini bermula ketika atap salah satu bangunan sekolah dilaporkan mengalami ambrol pada Januari 2026. Kerusakan tersebut tidak berhenti di situ, melainkan terus menjalar hingga kondisi bangunan kian memburuk.

Memasuki bulan April 2026, kerusakan bangunan sekolah tersebut semakin meluas. Akibatnya, sebanyak empat ruang kelas dinyatakan dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Di tengah situasi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut, muncul sebuah potret yang menjadi viral di media sosial. Foto itu menampilkan para siswa yang sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan latar belakang bangunan sekolah yang tampak rusak parah.

Gambar tersebut dengan cepat menarik perhatian masyarakat luas. Banyak pihak menilai bahwa potret tersebut menyajikan kontras yang tajam antara upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak melalui program MBG dengan realitas fasilitas pendidikan yang masih sangat membutuhkan perhatian dan perbaikan segera.

Dampak dari kerusakan ini memaksa pihak sekolah untuk mengubah sistem kegiatan belajar mengajar agar tetap bisa berlangsung. Proses pembelajaran kini tidak lagi dapat berjalan secara normal seperti sedia kala.

Untuk menyiasati keterbatasan ruang, sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar secara bergiliran bagi para siswa. Selain itu, pihak sekolah juga memanfaatkan musala sebagai ruang kelas darurat serta menggunakan ruangan-ruangan yang kondisinya masih dianggap layak pakai.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa awal mula kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang ambrol. Seiring berjalannya waktu, kerusakan tersebut terus meluas dan mengganggu operasional sekolah secara keseluruhan.

Menanggapi laporan tersebut, dinas pendidikan terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah. Langkah-langkah penanganan pun telah disiapkan untuk melakukan perbaikan terhadap fasilitas sekolah yang terdampak kerusakan agar kegiatan pendidikan bisa kembali berjalan dengan aman.

Peristiwa yang terjadi di SD Negeri Tanggirejo ini menjadi pengingat penting bagi berbagai pihak. Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada pemenuhan gizi melalui program makan siang saja.

Peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan antara pemenuhan nutrisi siswa dan penyediaan sarana serta prasarana yang aman dan memadai.

Kondisi sarana prasarana yang layak adalah fondasi dasar agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dapat terpenuhi secara optimal. Tanpa lingkungan sekolah yang aman, efektivitas proses belajar mengajar tentu akan terhambat.

Diharapkan penanganan segera dari pihak berwenang dapat segera memulihkan kondisi SD Negeri Tanggirejo. Dengan demikian, para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman di ruang kelas yang layak dan aman dari risiko kerusakan bangunan.