GueBerita.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun secara resmi menghelat pembukaan Youth Creative Week 2026 pada Selasa (21/7) malam. Agenda ini merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun yang dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Pelaksanaan ajang tersebut dipusatkan di lantai dua Pasar Sleko. Lokasi ini dipilih dengan visi strategis untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh serta berkelanjutan bagi generasi muda di wilayah yang dikenal sebagai Kota Pendekar tersebut.
Transformasi dilakukan secara signifikan pada lantai dua Pasar Sleko yang sebelumnya sempat tidak termanfaatkan. Kini, area tersebut berubah menjadi ruang produktif yang menampung berbagai lini bisnis anak muda. Beragam usaha kreatif tampak menghidupkan suasana di tempat tersebut, di antaranya:
- Kedai kopi yang mengusung konsep literasi.
- Berbagai pilihan kuliner kekinian.
- Ruang khusus untuk ekspresi musik.
- Area seni mural dan pameran lukisan.
Pihak Pemkot Madiun menyampaikan harapan besar agar gairah usaha kreatif yang muncul di lokasi ini tidak sekadar menjadi euforia sesaat. Pemerintah menginginkan agar aktivitas tersebut terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan setelah acara berakhir.
Sebagai wujud dukungan konkret terhadap para pelaku kreatif, Pemkot Madiun memberikan fasilitas pendukung yang memadai. Salah satu insentif utama yang diberikan adalah kebijakan pembebasan biaya sewa kios bagi para pelaku usaha selama enam bulan ke depan.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah stimulus awal. Tujuannya adalah agar lantai dua Pasar Sleko dapat segera dikenal luas oleh masyarakat sebagai pusat aktivitas kreatif dan wadah kolaborasi anak muda.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam membangun ruang berkumpul yang produktif bagi generasi penerus. Menurutnya, fondasi ekosistem harus dibangun terlebih dahulu agar keberlangsungan jangka panjang dapat terjaga.
“Yang penting bahwa di sini itu jadi tempat ngumpulnya anak-anak muda dulu. Kita buat ekosistemnya dulu. Untuk bagaimana perkembangan ke depan nanti kita sesuaikan seiring waktu berjalan. Ini harapanya ke depan menjadi salah satu wisata kreatif yang digerakkan anak-anak muda,” ungkap F. Bagus Panuntun.
Dalam kunjungannya, F. Bagus Panuntun menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung area kios-kios usaha kreatif yang telah tertata. Beliau juga berinteraksi dengan para pelaku usaha yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Momen peresmian juga diwarnai dengan aksi simbolis oleh Plt Wali Kota Madiun yang memulai pembuatan seni mural melalui goresan pertama pada kanvas besar. Hal ini menjadi penanda semangat kreativitas yang diusung dalam Youth Creative Week 2026.
Selain meresmikan ruang kreatif, dalam kesempatan yang sama, F. Bagus Panuntun juga menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang lomba foto Madiun Spectra Carnival. Lomba tersebut sebelumnya telah diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota.
Langkah Pemkot Madiun dalam menyulap fasilitas pasar tradisional menjadi pusat ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi model bagi pengembangan potensi anak muda di daerah lain. Fokus utama saat ini adalah memastikan lantai dua Pasar Sleko tetap menjadi magnet bagi kreativitas masyarakat Kota Madiun.






