GueBerita.com– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Darul Amanah Balaikota Mojokerto pada Selasa (26/5) malam. Pemerintah Kota Mojokerto bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mojokerto menggelar kegiatan Takbir Menetap Idul Adha dan Doa Wukuf 1447 H/2026 M.
Acara ini menjadi momen spiritual yang berharga. Umat berkumpul untuk bermunajat, menyambut Hari Raya Idul Adha, serta menyambungkan doa dengan para jamaah haji yang tengah melaksanakan wukuf di Arafah.
Hari Arafah memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Hari ini dikenal sebagai salah satu waktu paling mulia, di mana doa-doa sangat diharapkan terkabul. Allah SWT diyakini melimpahkan ampunan kepada hamba-Nya pada hari yang penuh berkah ini.
Baca juga: Harry Styles Bagikan Kisah Pribadi di Ivor Novello Awards London
Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah merupakan puncak ibadah haji. Momen ini sarat dengan makna penghambaan dan ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia gembira karena tradisi doa wukuf secara virtual yang telah menjadi agenda tahunan ini dapat kembali terlaksana.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting. Tujuannya adalah untuk menyatukan doa dengan seluruh jamaah haji asal Kota Mojokerto yang sedang menjalankan ibadah wukuf di tanah suci Arafah.
“Alhamdulillah, kita bersyukur sekali yang merupakan agenda rutin setiap tahun, setiap pelaksanaan ibadah haji Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Mojokerto bisa melaksanakan doa wukuf secara virtual bersambung doa dengan jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah,” tuturnya penuh haru.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto. Pemerintah terus berupaya menghadirkan pelayanan dan kegiatan yang mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Upaya ini dilakukan meski di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Ia menambahkan bahwa saat ini, kegiatan berskala besar memang mengalami penyesuaian. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, kondisi tersebut justru dipandang sebagai dorongan positif. Hal ini memicu lahirnya inovasi dan kreativitas baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto.






