Verifikasi STBM 5 Pilar di Sidoarjo, Upaya Pemkab Ciptakan Lingkungan Sehat bagi Warga

News1 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara konsisten mempertegas dedikasinya dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat serta terbebas dari berbagai bentuk pencemaran. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digulirkan adalah pelaksanaan penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.

Inisiatif ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya berkelanjutan untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi ancaman penyakit yang muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang higienis.

Guna memastikan implementasi program berjalan sesuai standar, Tim Verifikator STBM dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah diterjunkan ke lapangan. Mereka melakukan penilaian langsung di enam wilayah kecamatan serta 12 desa atau kelurahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi sampel verifikasi.

Adapun rincian lokasi verifikasi tersebut mencakup:

  • Kecamatan Buduran: Desa Sidokepung dan Desa Wadungasih.
  • Kecamatan Waru: Desa Tambak Sumur dan Desa Tambak Sawah.
  • Kecamatan Sedati: Desa Pabean dan Desa Sedati Agung.
  • Kecamatan Tanggulangin: Desa Ketapang dan Desa Putat.
  • Kecamatan Porong: Desa Candipari dan Desa Glagaharum.
  • Kecamatan Prambon: Desa Jati Alun-alun dan Desa Temu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengungkapkan bahwa pencapaian di sektor sanitasi saat ini merupakan buah dari gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan daerah tidak berhenti pada status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang telah dicapai pada tahun 2024.

Lebih lanjut, Fenny menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki ambisi yang lebih besar, yakni mencapai status STBM Paripurna. Target ini menjadi acuan utama dalam pengembangan kebijakan sanitasi ke depan bagi seluruh jajaran di Kabupaten Sidoarjo.

“Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Fenny saat memimpin rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Selain keberhasilan dalam status ODF, data statistik menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan pada indikator sanitasi lainnya. Sebanyak 99,78 persen rumah tangga di wilayah tersebut telah menerapkan pola pengelolaan air minum dan makanan yang layak konsumsi.

Dalam aspek pengelolaan sampah rumah tangga, tingkat capaian saat ini telah menyentuh angka 95,43 persen. Sementara itu, untuk pengelolaan air limbah rumah tangga, angka partisipasi masyarakat tercatat sebesar 73,6 persen.

Fenny menegaskan bahwa untuk menyempurnakan target 100 persen pada seluruh pilar STBM, diperlukan kolaborasi yang erat melalui pendekatan hexahelix. Menurutnya, isu sanitasi tidak boleh dianggap sebagai tanggung jawab sektor kesehatan semata.

Persoalan ini memiliki keterkaitan erat dengan berbagai elemen lainnya, seperti infrastruktur, kebijakan lingkungan, pendidikan, partisipasi dunia usaha, peran media massa, serta yang paling utama adalah kesadaran individu warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak positif yang ditorehkan oleh Kabupaten Sidoarjo. Catatan prestasi daerah ini memang cukup impresif setelah meraih status ODF pada tahun 2024.

Prestasi tersebut kemudian disempurnakan dengan raihan Juara 1 dalam ajang STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada tahun 2024. Tidak berhenti di situ, Sidoarjo kembali membuktikan kinerjanya dengan meraih penghargaan yang sama pada Tingkat Madya Nasional di tahun 2025.