Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Wali Kota Eri Pastikan Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Siap

Olahraga3 Views

GueBerita.com – Kota Surabaya secara resmi menyatakan komitmen serta kesiapan penuh untuk menyambut perhelatan turnamen pramusim bergengsi, Piala Presiden 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan langkah konkret dalam memastikan seluruh infrastruktur pendukung, terutama Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang akan menjadi pusat kegiatan, berada dalam kondisi prima. Tidak hanya venue utama, seluruh lapangan latihan yang akan digunakan oleh tim-tim peserta juga telah disiapkan secara matang demi menjamin kelancaran ajang tersebut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa persiapan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pihak Pemkot dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang menjadi tanggung jawab otoritas setempat dapat beroperasi dengan standar terbaik.

Dalam keterangannya pada Senin (20/7/2026), Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa komunikasi dengan pihak PSSI telah berjalan dengan baik. Seluruh aspek yang diperlukan untuk menyukseskan gelaran Piala Presiden telah dipetakan dan disiapkan oleh jajaran terkait di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Jadi kami sudah persiapkan kemarin kami bertemu dengan teman-teman PSSI. Jadi sudah kita siapkan untuk persiapan Piala Presiden ini,” ujar Eri Cahyadi.

Keyakinan Surabaya menjadi tuan rumah yang sukses didasarkan pada rekam jejak kota ini dalam mengelola berbagai ajang sepak bola berskala internasional. Salah satu tolok ukur kesiapan tersebut adalah keberhasilan Surabaya menjadi salah satu venue utama dalam perhelatan Piala Dunia U-17 pada tahun 2023 lalu.

Pengalaman berharga tersebut membuat Surabaya kini telah memiliki prosedur tetap (protap) yang baku dalam mendukung setiap kompetisi sepak bola. Sistem yang sudah teruji ini diyakini akan mempermudah koordinasi dan eksekusi di lapangan saat Piala Presiden 2026 berlangsung.

“Jadi insyaallah sudah berjalan, dan seperti biasanya ketika kita dijadikan tempat untuk kegiatan PSSI kita sudah memiliki protap yang sudah kita lakukan seperti Piala Dunia dan lain-lain,” tambahnya.

Terkait pembagian tugas, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa peran Pemkot Surabaya difokuskan pada penyediaan fasilitas fisik, yakni venue pertandingan dan lapangan latihan yang berkualitas bagi para atlet. Sementara itu, untuk kebutuhan teknis operasional turnamen di luar penyediaan infrastruktur, hal tersebut berada di bawah wewenang penuh pihak PSSI.

“Persiapan terkait dengan lapangan latihan, persiapan dengan tempat (venue) pertandingan, karena yang lainnya disiapkan oleh PSSI,” jelas Wali Kota Eri.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, turut memastikan bahwa seluruh detail sarana dan prasarana telah dalam pengawasan ketat. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klub yang akan berlaga di Surabaya.

Herry menambahkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada stadion utama saja. Fasilitas penunjang lainnya yang dibutuhkan oleh tim peserta selama masa turnamen juga menjadi prioritas untuk dipastikan kesiapannya agar para pemain dapat berlatih dan bertanding dengan nyaman.

“Persiapan tidak hanya difokuskan pada stadion yang menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga fasilitas penunjang yang dibutuhkan klub peserta selama mengikuti turnamen,” ujar Herry.

Dengan persiapan yang matang dan pengalaman yang mumpuni, Kota Surabaya optimis dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan Piala Presiden 2026. Sinergi antara pemerintah daerah dan federasi sepak bola diharapkan dapat menciptakan iklim kompetisi yang profesional dan kondusif bagi seluruh pihak yang terlibat.