RS dan Puskesmas Nganjuk Diminta Berinovasi Layanan Ramah Anak

Nasional16 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk secara proaktif mengambil langkah untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan mendorong seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya menerapkan standar pelayanan yang ramah anak.

Upaya strategis ini menjadi topik utama dalam Workshop Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Candi Lor pada hari Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinsos PPPA, serta Fasilitator Kabupaten Layak Anak (KLA) Provinsi Jawa Timur.

Selain perwakilan dari jajaran birokrasi, workshop ini juga melibatkan para profesional di bidang kesehatan. Peserta meliputi tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, serta penggerak Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan anak di ruang publik, khususnya di pusat kesehatan, merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memastikan adanya implementasi nyata di lapangan, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif atau upaya mengejar penghargaan semata.

Baca juga: Presiden Tekankan Keterbukaan Ekspor Sumber Daya Alam Demi Kesejahteraan Guru

“Pemerintah daerah terus berupaya dan melakukan perbaikan agar Kabupaten Nganjuk dapat menjadi salah satu kabupaten yang layak anak, dengan peningkatan nilai yang terus terjadi setiap tahunnya. Namun yang paling penting bukanlah sekadar penghargaan, melainkan bagaimana implementasinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Trihandy.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan penyakit, terutama di lingkungan medis. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pendukung yang memadai menjadi sangat krusial.

Fasilitas seperti ruang bermain yang aman dan sistem layanan yang dirancang untuk memberikan kenyamanan sangat diperlukan guna menenangkan baik orang tua maupun anak yang sedang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Secara spesifik, Pemkab Nganjuk juga memberikan dorongan kepada rumah sakit dan puskesmas yang telah mendapatkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memanfaatkan fleksibilitas anggaran yang mereka miliki.

Fasilitas kesehatan yang berstatus BLUD ini diharapkan dapat lebih berinovasi dalam menciptakan terobosan-terobosan layanan yang ramah anak secara mandiri dan cepat. Inovasi ini tetap harus dilakukan dengan tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku.