Pendampingan Komite PAUD Nganjuk: Pencegahan Perundungan dan Kekerasan

Nasional14 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan program penguatan kapasitas bagi komite satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Fokus utama kegiatan ini adalah untuk mencegah dan memitigasi risiko perundungan, kekerasan, serta intoleransi yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah sejak usia dini.

Inisiatif preventif ini diwujudkan melalui sebuah kegiatan pendampingan yang secara resmi dibuka pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Acara pembukaan berlangsung di Aula HOS Cokroaminoto yang berlokasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan strategis ini telah dijadwalkan untuk dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Periode pelaksanaan dimulai pada tanggal 2 Juni dan akan berakhir pada 8 Juni 2026.

Sebanyak 610 peserta yang berasal dari unsur komite satuan PAUD di seluruh Kabupaten Nganjuk turut serta dalam kegiatan ini. Partisipasi aktif mereka bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya pola pengasuhan bersama yang sinergis antara pihak sekolah dan lingkungan keluarga.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menekankan betapa krusialnya fase perkembangan anak hingga mencapai usia 15 tahun. Periode ini dianggap sebagai masa pembentukan kepribadian yang sangat fundamental.

Menurut pandangannya, semua bentuk stimulasi dan nilai-nilai yang diserap oleh anak pada rentang usia tersebut akan terekam dalam alam bawah sadar mereka. Rekaman ini nantinya akan menjadi penentu utama pola perilaku anak ketika mereka dewasa kelak.

“Usia dini adalah masa yang sangat penting. Apa yang diterima anak pada masa ini akan menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komite pendidikan harus terus diperkuat,” ujar Marhaen di hadapan ratusan peserta pendampingan.

Pihak otoritas daerah juga memberikan sorotan terhadap perlunya adanya transformasi dalam metode pembelajaran yang diterapkan untuk anak usia dini di Indonesia. Selama ini, institusi PAUD di tanah air dinilai masih terlalu sering dibebani oleh target-target pencapaian akademik yang dianggap kaku dan kurang fleksibel.

Sebagai perbandingan yang dapat diadaptasi, sistem pengajaran yang diterapkan di Australia menjadi contoh yang dinilai lebih ideal. Sistem ini mengadopsi konsep belajar sambil bermain (learning through play). Pendekatan ini dianggap sangat efektif dalam merangsang fungsi sosial, meningkatkan keterampilan komunikasi, mendorong kreativitas, serta membangun kepercayaan diri anak tanpa menimbulkan tekanan psikologis.

Secara kelembagaan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan kembali komitmennya. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada upaya mengejar indikator kecerdasan intelektual semata. Pemerintah daerah juga berupaya keras untuk menciptakan keseimbangan yang setara antara aspek pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan pembentukan sikap moral yang baik.

Baca juga: Lirik Lagu Banyu Langit Didi Kempot dan Makna Janji yang Terlupakan

Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang relatif cepat diserap oleh anak, penanaman nilai-nilai penting seperti kepemimpinan, toleransi, kedisiplinan, serta kemampuan untuk menghargai perbedaan membutuhkan sebuah ruang pembelajaran yang konsisten dan berkesinambungan.