Pendaki Malaysia Terluka di Rinjani Dievakuasi dengan Helikopter Setelah Jatuh

Viral19 Views

GueBerita.com – Seorang pendaki wanita asal Malaysia harus segera dievakuasi menggunakan helikopter setelah mengalami cedera parah saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, yang berlokasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Identitas pendaki yang mengalami musibah ini diketahui bernama Chye Connsynn, berusia 41 tahun. Informasi mengenai proses evakuasi dramatis ini dibagikan melalui sebuah unggahan di akun Instagram dengan nama @pos_sarkayangan pada hari Selasa, tanggal 26 Mei tahun 2026.

Dalam keterangan yang menyertai unggahan tersebut, dijelaskan bahwa korban terjatuh saat sedang menuruni jalur pendakian. Insiden ini terjadi ketika korban bergerak dari arah puncak menuju kawasan Pelawangan.

“Korban terjatuh saat turun di jalur pendakian dari arah puncak menuju ke Pelawangan, kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali,” demikian bunyi kutipan dari keterangan unggahan tersebut.

Kantor SAR Mataram dilaporkan telah menerima laporan mengenai insiden ini pada hari Senin, tanggal 25 Mei tahun 2026. Laporan tersebut berisi detail mengenai kondisi korban.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh tim SAR, korban mengalami cedera yang sangat serius. Tingkat keparahan cedera tersebut menyebabkan korban tidak mampu lagi menggerakkan bagian tubuhnya.

Mengetahui kondisi darurat tersebut, tim porter dan pemandu pendakian yang berada di lokasi segera memberikan bantuan. Mereka membantu proses evakuasi awal korban menuju kawasan Pelawangan 2 Sembalun. Bantuan ini diberikan sembari menunggu kedatangan tim medis udara untuk penjemputan lanjutan.

Sebelumnya, tim BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) telah berupaya melakukan evakuasi menggunakan helikopter pada Senin sore. Namun, upaya ini terpaksa dihentikan.

Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca yang memburuk di kawasan Gunung Rinjani. Cuaca buruk tersebut membuat proses evakuasi udara tidak dapat dilanjutkan.

Dilaporkan bahwa kabut tebal menyelimuti area Pelawangan 2 Sembalun. Kondisi kabut yang sangat pekat ini secara signifikan membatasi jarak pandang bagi penerbangan helikopter.

Baca juga: Apple TV Tayangkan Pertandingan LA Galaxy Penuh dengan iPhone 17 Pro Max

“Meski telah mencoba bermanuver mencari celah, jarak pandang yang sangat terbatas memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan Bali demi aspek keselamatan penerbangan,” demikian penjelasan lebih lanjut dalam keterangan unggahan tersebut, menekankan alasan keamanan menjadi prioritas utama.