Martin Scorsese Dukung AI untuk Efisiensi Storyboard Film

GueBerita.com – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin merambah ke dalam inti industri perfilman dunia.

Sutradara legendaris Hollywood, Martin Scorsese, telah secara gamblang menunjukkan dukungannya terhadap pemanfaatan AI generatif dalam proses kreatif pembuatan film. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan terjalinnya kemitraan strategis terbaru yang melibatkan dirinya.

Scorsese resmi didapuk sebagai penasihat untuk perusahaan rintisan teknologi AI, Black Forest Labs. Langkah ini menegaskan keterlibatan langsung sang maestro perfilman pemenang Oscar dalam upaya mengarahkan penggunaan kecerdasan buatan guna meningkatkan efisiensi produksi sinema.

Dalam sebuah video promosi yang diluncurkan melalui kanal YouTube resmi Black Forest Labs pada tanggal 2 Juni 2026, Scorsese memberikan demonstrasi konkret. Ia memperlihatkan bagaimana model AI generatif bernama FLUX dapat menjadi alat bantu yang signifikan bagi para sutradara dalam menyusun storyboard adegan.

Menurut pandangannya, inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengatasi berbagai tantangan visual yang kerap muncul dalam produksi film dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Scorsese memberikan contoh spesifik mengenai bagaimana perangkat AI ini mampu menyederhanakan perancangan adegan yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.

Salah satu simulasi yang ia tampilkan adalah visualisasi untuk teknik pengambilan gambar tanpa putus atau yang dikenal sebagai continuous shot atau Steadicam shot. Teknik semacam ini, yang sangat menuntut dan rumit, pernah ia terapkan dalam film klasiknya, Goodfellas, yang dirilis pada tahun 1990.

“Jika Anda memiliki alat seperti ini, Anda bisa memecahkan dan merancang adegan tersebut jauh lebih cepat. Anda bisa menghemat waktu produksi, dan yang paling penting, mengurangi kelelahan fisik pada kru film,” ujar Scorsese dalam pernyataan resminya yang terekam dalam video tersebut.

Sikap terbuka Scorsese terhadap adopsi teknologi baru ini dinilai sangat konsisten dengan rekam jejaknya dalam mengintegrasikan inovasi selama karier penyutradaraannya.

Sineas yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun ini tercatat pernah mengimplementasikan teknologi pencitraan 3D modern dalam filmnya yang berjudul Hugo (2011). Selain itu, ia juga memanfaatkan teknik pemudaan digital (digital de-aging) dalam skala besar untuk film The Irishman (2019).

Bagi Martin Scorsese, dunia sinema merupakan sebuah medium yang relatif masih sangat muda, mengingat usianya yang baru menginjak sekitar 125 tahun. Oleh karena itu, industri ini dituntut untuk senantiasa menunjukkan keterbukaan terhadap setiap evolusi teknologi yang muncul.