Manokwari Tuan Rumah Pesparawi Nasional XIV yang Ramah Lingkungan

Nasional1 Views

GueBerita.com – Gelaran akbar dua tahunan yang menghimpun suara pujian umat Kristen se-Nusantara, Pesparawi Nasional, kini siap kembali diselenggarakan.

Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di berbagai penjuru negeri, kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kali ini jatuh kepada Provinsi Papua Barat.

Pemilihan Manokwari sebagai lokasi tidak hanya mencerminkan upaya pemerataan penyelenggaraan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan keberagaman serta potensi besar yang dimiliki wilayah timur Indonesia dalam ranah seni rohani.

Kini, dorongan semakin kuat bagi pemerintah dan berbagai lembaga keagamaan untuk memastikan setiap perhelatan tidak hanya sarat makna spiritual, namun juga memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan.

Kementerian Agama, di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Wagub Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Jacob Fonataba, pimpinan gereja tingkat nasional, LPPN, serta pejabat Eselon I dan II Kemenag, dan LPPD se-Indonesia yang turut serta secara daring, menjadi penyelenggara utama Pesparawi Nasional XIV.

Rangkaian acara ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 18 hingga 28 Juni 2026.

Sebagai penanda dimulainya persiapan, sebuah acara kick off dilaksanakan secara hibrida di kantor layanan Kementerian Agama yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Meski lokasi utama kegiatan terpusat di Manokwari, Papua Barat, acara kick off di Jakarta ini tetap terhubung secara daring dengan Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat Kristen dari seluruh Indonesia.

Perhelatan akbar ini akan diusung dengan semangat kepedulian lingkungan yang mendalam serta persaudaraan antarumat beragama, dengan tujuan memberikan sumbangsih nyata bagi upaya pelestarian alam.

Dalam pelaksanaannya, Pesparawi Nasional XIV akan mengintegrasikan berbagai praktik ramah lingkungan.

Hal ini mencakup anjuran penggunaan tumbler pribadi oleh setiap peserta, pengurangan drastis penggunaan plastik sekali pakai, penerapan sistem pengelolaan sampah yang efektif, serta promosi pola hidup yang lebih berkelanjutan selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

Dengan mengusung tema utama “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”, Menteri Agama mengajak seluruh peserta dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif.

Kesadaran ini penting dalam upaya menjaga dan merawat lingkungan hidup, yang merupakan bagian integral dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap umat beragama.

“Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” ujar Menteri Agama, sebagaimana dikutip pada tanggal 4 Juni.