GueBerita.com – Pemerintah Korea Selatan telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi potensi lonjakan harga akomodasi yang diperkirakan terjadi menjelang konser grup idola K-pop, BTS, di Busan pada tanggal 12 hingga 13 Juni 2026.
Sebagai respons terhadap kekhawatiran akan praktik penarifan yang berlebihan, otoritas setempat berencana menyediakan lebih dari 1.300 pilihan penginapan alternatif.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang mulai muncul terkait kenaikan harga yang tidak wajar di sektor perhotelan menjelang acara besar tersebut.
Permasalahan yang diidentifikasi mencakup lonjakan harga kamar hotel yang signifikan, pembatalan reservasi yang dilakukan secara sepihak oleh pihak pengelola penginapan, serta penetapan tarif sewa yang dianggap tidak masuk akal di area sekitar lokasi konser.
Untuk menanggulangi situasi ini, kementerian terkait telah menyelenggarakan pertemuan khusus guna membahas strategi penanganan terhadap komersialisasi berlebihan dalam industri pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas publik yang ada untuk dijadikan sebagai tempat menginap sementara.
Fasilitas-fasilitas ini akan ditawarkan dengan biaya yang sangat terjangkau, bahkan ada yang bersifat gratis, untuk meringankan beban para pengunjung.
Adapun fasilitas publik yang akan dialihfungsikan meliputi asrama mahasiswa dari berbagai universitas, tempat-tempat ibadah atau fasilitas keagamaan, serta pusat-pusat pelatihan yang dikelola oleh institusi pemerintah.
Lokasi fasilitas alternatif ini tersebar di berbagai titik di Busan, serta di kota-kota satelit yang berdekatan seperti Yangsan dan Changwon, guna memberikan pilihan yang lebih luas bagi para calon penonton.
Selain upaya penyediaan akomodasi alternatif, pemerintah juga akan melakukan serangkaian inspeksi langsung ke berbagai hotel dan fasilitas penginapan lainnya.
Fokus pemeriksaan ini adalah untuk memastikan kondisi operasional, standar kebersihan, dan mendeteksi adanya indikasi praktik penetapan harga secara kolektif atau kartel di antara para pengelola penginapan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran.
Sanksi yang dapat dikenakan meliputi sanksi administratif hingga penyelidikan pajak, terutama bagi mereka yang terbukti melakukan pembatalan pesanan tanpa alasan yang jelas atau menerapkan tarif yang melampaui batas kewajaran.
Lebih lanjut, untuk mendukung kelancaran mobilitas para penggemar yang akan menghadiri konser, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan frekuensi layanan transportasi publik.
Baca juga: Turnamen Futsal Pelajar Trenggalek Berjalan Sukses, Bupati Berharap Muncul Atlet Berbakat
Termasuk di dalamnya adalah penambahan jadwal kereta malam dan bus larut malam yang melayani rute menuju Busan, sehingga para penggemar dapat lebih leluasa dalam merencanakan perjalanan mereka.






