GueBerita.com – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, saat 1.213 calon jamaah haji secara resmi dilepas menuju Tanah Suci.
Ribuan jamaah yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter) ini diberangkatkan dalam beberapa gelombang.
Di antara ribuan jamaah yang akan menunaikan ibadah rukun Islam kelima, terdapat sosok yang menarik perhatian, yaitu Mbah Marsiyah, seorang lansia berusia 105 tahun.
Beliau merupakan jamaah haji tertua dari Kabupaten Kediri dan tergabung dalam Kloter 112, yang dijadwalkan berangkat pada Rabu siang, 20 Mei 2026.
Sebelum rombongan memulai perjalanannya, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, menyempatkan diri untuk bertegur sapa dengan setiap calon jamaah yang telah siap di dalam bus masing-masing.
Baca juga: RS dan Puskesmas Nganjuk Diminta Berinovasi Layanan Ramah Anak
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini kian menambah kehangatan dalam acara pelepasan jamaah haji.
Dalam pesannya kepada para calon jamaah, Mas Dhito menekankan pentingnya menjaga satu sama lain dan saling membantu selama pelaksanaan ibadah haji.
Beliau berpendapat bahwa meskipun telah tersedia petugas pendamping, semangat kebersamaan antar sesama jamaah tetap memegang peranan krusial.
Secara khusus, Mas Dhito mengharapkan para jamaah yang berusia muda dapat memberikan bantuan kepada jamaah lansia yang mungkin memerlukan dukungan selama berada di Arab Saudi.
“Tadi dalam satu bus ada yang usianya 105 tahun ada yang usianya 22 tahun. Artinya yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi,” ujar Mas Dhito.






