Dugaan Asusila Pengasuh Ponpes Pekalongan: Polisi Periksa Korban

Viral17 Views

GueBerita.com – Sebuah kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini tengah menjadi perhatian luas, khususnya di jagat maya.

Terduga pelaku dalam kasus ini diidentifikasi bernama Abdul Halim Fadlun, yang diketahui menjabat sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati.

Kasus ini mulai mencuat dan menarik perhatian publik setelah munculnya dugaan perbuatan pencabulan yang dilakukan terhadap sejumlah santriwati di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Perhatian publik semakin meningkat, terutama setelah beredarnya narasi viral mengenai seorang santriwati yang dilaporkan mengalami kehamilan tanpa pasangan, bahkan ada yang menyebutnya “hamil karena mimpi”.

Baca juga: Ahn Hyo Seop dan "Sold Out on You" Siap Tayang Episode Terakhir Malam Ini

Berbagai video yang berkaitan dengan penanganan kasus ini juga telah beredar luas di berbagai platform media sosial. Salah satunya dapat ditemukan dalam unggahan akun Instagram @lbj_jakarta pada tanggal 28 Mei 2026.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa proses penanganan kasus ini bermula dari adanya kecurigaan terhadap laporan kehamilan salah seorang santriwati yang berasal dari daerah Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap.

Menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut, pihak kepolisian kemudian segera melakukan penyelidikan mendalam. Hasil penyelidikan awal menemukan adanya beberapa dugaan kejanggalan dalam kasus yang dilaporkan.

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, mengkonfirmasi bahwa hingga saat ini, terdapat enam orang santriwati yang diduga menjadi korban dalam kasus ini. Usia para korban berkisar antara 17 hingga 25 tahun.

Saat ini, para korban tersebut tengah menjalani pemeriksaan secara intensif bersama dengan terduga pelaku yang juga telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kepolisian sendiri tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah korban di kemudian hari. Hal ini didasari oleh informasi yang menyebutkan bahwa masih ada sebagian pihak yang belum berani untuk melaporkan kejadian yang dialaminya secara resmi kepada pihak berwenang.

Setelah dilakukan penangkapan, terduga pelaku, Abdul Halim Fadlun, langsung menjalani pemeriksaan yang mendalam oleh para penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota.

Selain terduga pelaku, sejumlah santriwati yang diduga kuat menjadi korban dalam kasus ini juga turut dimintai keterangan. Keterangan dari para korban ini sangat krusial dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.