GueBerita.com – Musim kemarau kembali menguji kesiapsiagaan bagi petugas di lapangan.
Gambut yang kering dan vegetasi mudah terbakar membuat api bisa menyebar cepat jika tidak segera dipadamkan.
Dua wilayah, Aceh dan Riau, kini menjadi titik fokus penanganan setelah laporan titik api berdatangan dalam waktu berdekatan.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar ke bawah tanah sehingga membutuhkan kerja intensif dan koordinasi lintas instansi.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan pun dikerahkan untuk mencegah kabut asap meluas ke permukiman warga.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan merespons cepat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengerahkan personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit guna melakukan pemadaman intensif.
Penanganan dilakukan Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit bersama BPBD Kabupaten Nagan Raya, TNI, POLRI, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh Barat. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.
Proses pemadaman di Nagan Raya, Aceh, telah dimulai sejak Selasa (02/06) dan memasuki hari kedua pada Rabu (03/06).
Titik kebakaran yang menjadi fokus utama berada di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Sementara itu, di wilayah Riau, upaya pemadaman difokuskan di Desa Pecing Bekulo Kabupaten Siak, Kepenghuluan Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir, Desa Sokoi Kabupaten Pelalawan, dan lokasi baru di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.
Upaya pemadaman ini dilakukan secara intensif untuk melokalisir area kebakaran di Nagan Raya agar tidak semakin meluas. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah dampak kabut asap yang lebih luas, mengingat kondisi lokasi yang didominasi lahan gambut dengan vegetasi yang sangat mudah terbakar.






