GueBerita.com – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, FKG UGM sukses menembus peringkat top 100 dunia untuk delapan kategori penghargaan sekaligus.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh 1.927 universitas dari 96 negara dengan total 13.211 program inovasi yang berkompetisi. Dari delapan penghargaan tersebut, dua inovasi milik FKG UGM berhasil menduduki peringkat pertama, membuktikan keunggulan institusi ini dalam kancah global.
Inovasi Dental Silkbon meraih posisi puncak pada kategori Representative Research Project, sebuah pengakuan atas penelitiannya yang representatif. Sementara itu, inovasi pasta gigi Propasdent menjadi yang terbaik dalam kategori Financial Impact-Driven Technology Transfer, menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dari teknologi yang dikembangkannya.
Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.Kes., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang tinggi terhadap dedikasi seluruh tim. Ia mengakui kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini membuahkan hasil yang membanggakan.
“Saya merasa sangat senang dan bangga terhadap tim yang telah bekerja keras. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun terakhir, FKG UGM berhasil menempatkan diri pada berbagai kategori pemeringkatan dunia,” ujarnya pada Selasa (2/6).
Keberhasilan ini terbilang unik, mengingat FKG UGM menjadi satu-satunya institusi tingkat fakultas yang mampu bersaing langsung dengan universitas-universitas besar dari berbagai belahan dunia. Hal ini menegaskan kualitas dan inovasi yang dimiliki FKG UGM setara dengan institusi pendidikan tinggi ternama lainnya.
Menurut Prof. Suryono, salah satu kunci keberhasilan ini adalah kemampuan dalam mengemas dan menarasikan reputasi serta inovasi institusi secara strategis di tingkat global. Presentasi yang baik sangat krusial agar inovasi dapat dikenal dan diapresiasi.
“Sebaik apapun prestasi yang dimiliki, jika tidak pernah dikenalkan kepada pihak eksternal, maka tidak akan pernah mendapat rekognisi,” katanya, menekankan pentingnya promosi dan diseminasi hasil karya.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen yang kreatif dan inovatif untuk membangun citra lembaga. Dengan manajemen yang baik, sebuah institusi dapat lebih mudah dilirik oleh lembaga pemeringkatan dunia yang mencari inovasi dan kontribusi nyata.
Sebagai catatan, pada tahun 2024 lalu, FKG UGM bahkan sempat menduduki peringkat keenam dunia untuk kategori Entrepreneurial Spirit. Prestasi ini mengungguli universitas legendaris seperti Oxford dan Harvard University, menunjukkan semangat kewirausahaan yang kuat di kalangan sivitas akademika FKG UGM.
“Tentu perangkingan bukan satu tujuan, tetapi setidaknya kita membuktikan bahwa prestasi itu kalau dibiarkan ya tidak ubahnya semacam emas yang tertutup lumpur,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa potensi yang dimiliki FKG UGM telah berhasil ditransformasi menjadi prestasi nyata yang diakui dunia.






