GueBerita.com – Akses konektivitas baru kini tersedia bagi masyarakat Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Jembatan Perintis Garuda Merah Putih secara resmi dioperasikan pada hari Rabu, 3 Juni 2026, menandai babak baru bagi kedua wilayah tersebut.
Sebelumnya, masyarakat sangat bergantung pada penyeberangan Sungai Palakai sebagai satu-satunya jalur penghubung antar kedua desa. Keberadaan jembatan ini secara signifikan mengatasi tantangan yang dihadapi warga selama bertahun-tahun.
Kondisi penyeberangan sungai seringkali menimbulkan berbagai hambatan, terutama saat musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat. Hal ini secara langsung berdampak pada kelancaran aktivitas sehari-hari penduduk.
Baca juga: BTS Sajikan Alien di Album ARIRANG, Jelajahi Perbedaan dan Kebanggaan Budaya, Ini Liriknya
Perjalanan menuju sekolah, kelancaran kegiatan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal, serta akses untuk mendapatkan layanan kesehatan menjadi terhambat akibat kondisi penyeberangan sungai yang tidak stabil.
Acara peresmian jembatan ini dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, didampingi oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Sejumlah pejabat daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memeriahkan acara tersebut.
Dalam pidato sambutannya, Ibu Fatmawati Rusdi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan ini. Beliau menekankan pentingnya infrastruktur ini.
Menurut pandangannya, Jembatan Perintis Garuda Merah Putih tidak hanya sekadar menjadi jalur fisik yang menghubungkan dua wilayah, namun lebih dari itu, jembatan ini membuka berbagai peluang baru. Peluang ini mencakup peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memandang pembangunan konektivitas antar desa sebagai salah satu pilar utama dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah provinsi. Hal ini menjadi krusial, terutama bagi daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis yang unik.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengutarakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran ini secara langsung membantu warga yang selama ini berjuang dengan keterbatasan akses transportasi.
Sambutan hangat dan antusiasme terpancar dari warga setempat atas diresmikannya jembatan ini. Infrastruktur baru ini dianggap memberikan rasa aman dan kemudahan yang telah lama mereka dambakan. Selama puluhan tahun, masyarakat harus mengandalkan sistem penyeberangan sungai tradisional dan bahkan menggunakan sarana gondola untuk melintasi Sungai Palakai.






