Gen Z Peduli Lingkungan, Dorongan Aksi Nyata dari Menteri Jumhur

Nasional21 Views

GueBerita.com – Perubahan iklim yang ekstrem, deforestasi yang mengkhawatirkan, dan polusi udara yang kian mencekik bukan lagi sekadar isu hipotetis di masa depan. Dampaknya kini sudah merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari apa yang tersaji di meja makan, besaran tagihan listrik yang harus dibayar, hingga kesehatan masyarakat yang terancam.

Dalam menghadapi kompleksitas tantangan ini, konsep ekonomi hijau hadir sebagai solusi yang komprehensif. Ekonomi hijau tidak hanya berfokus pada penyelamatan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menciptakan berbagai lapangan kerja baru yang inovatif.

Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam transisi menuju ekonomi hijau. Tujuannya adalah agar kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan dapat diwujudkan menjadi inovasi konkret dan aksi nyata yang berdampak positif.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memberikan penekanan penting bahwa pergeseran menuju ekonomi hijau akan membuka pintu bagi jutaan peluang kerja baru yang berorientasi pada keberlanjutan, atau yang dikenal sebagai green jobs.

Dalam sesi pembekalan yang diselenggarakan pada acara Wisuda Universitas Nasional (UNAS), Menteri Jumhur secara khusus mengajak para generasi muda untuk mempersiapkan diri. Ia menekankan pentingnya menjadi talenta hijau yang tidak hanya mampu menghadapi tantangan lingkungan yang ada, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menteri Jumhur lebih lanjut menjelaskan bahwa visi pembangunan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita, menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu pilar utama. Pilar ini sangat krusial dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

Oleh karena itu, transisi menuju ekonomi hijau harus berjalan selaras dengan upaya sistematis dalam menciptakan kesempatan kerja. Kesempatan kerja ini diharapkan bersifat inklusif, adil, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut pandangan Menteri Jumhur, dunia saat ini tengah bergulat dengan apa yang sering disebut sebagai triple planetary crisis. Krisis ini meliputi tiga aspek utama yang saling terkait: krisis iklim yang semakin parah, hilangnya keanekaragaman hayati yang mengkhawatirkan, dan tingkat pencemaran lingkungan yang terus meningkat.

Tantangan multidimensional ini tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai isu lingkungan. Dampaknya telah meluas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari ranah ekonomi, sosial, hingga kesehatan, bahkan aspek kemanusiaan secara keseluruhan.

“Indonesia saat ini berada di garis depan risiko perubahan lingkungan global. Namun, situasi ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk merasa pesimis. Justru sebaliknya, Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk mengambil peran penting sebagai bagian dari solusi global dalam mengatasi krisis ini,” ujar Menteri Jumhur, sebagaimana dikutip pada Minggu, 31 Mei 2026.

Baca juga: Strategi Belajar Unik Siswa MAN IC Serpong Raih Nilai UTBK PK Terbaik

Pernyataan Menteri Jumhur ini didukung oleh hasil sebuah survei yang dilakukan oleh Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA). Survei tersebut menunjukkan data yang signifikan, di mana lebih dari 80 persen dari Generasi Z di Indonesia menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu lingkungan hidup.