GueBerita.com – Wihara Ekayana Arama kembali menjadi saksi khidmat perayaan Tri Suci Waisak, diwarnai dengan lantunan doa dan ribuan lampion yang menghiasi langit malam.
Umat Buddha dari berbagai penjuru hadir untuk merayakan tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencerahan sempurna, dan wafatnya.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempertegas komitmennya dalam menjaga dan memupuk kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Peringatan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) menjadi forum penting bagi Menteri Agama, Nasaruddin Umar, untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh umat Buddha.
Beliau menekankan peran krusial umat Buddha dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan yang telah terjalin erat di tengah masyarakat Indonesia.
Dalam pidatonya, Menteri Agama juga menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) memiliki makna spiritual mendalam.
Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat tekad dalam menyebarkan nilai-nilai cinta kasih universal dan secara aktif berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Baca juga: Cara Mengatasi Pori-pori Wajah yang Membesar
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada seluruh umat Buddha atas kontribusi mereka.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada saudara-saudara umat Buddha. Dalam beberapa tahun terakhir, indeks kerukunan umat beragama di Indonesia telah mencapai angka tertinggi dalam catatan sejarah bangsa ini.
Ini adalah hasil kolaborasi dan kontribusi berharga dari semua pihak yang senantiasa menjaga nilai-nilai luhur kebijaksanaan dan toleransi yang mendalam,” ujar beliau pada hari Minggu, 31 Mei 2026.
Lebih lanjut, Menteri Agama kembali menggarisbawahi esensi spiritual dari Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).
Beliau menyatakan bahwa perayaan ini merupakan momentum vital untuk meneguhkan kembali komitmen kolektif dalam mengamalkan cinta kasih tanpa pandang bulu.
Selain itu, momen ini juga menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam menumbuhkan suasana perdamaian yang langgeng di seluruh penjuru dunia.






