Pekan Olahraga Internasional Palestina Kembali Digelar di Tepi Barat dan Jalur Gaza

Olahraga10 Views

GueBerita.com – Setelah dua tahun absen karena meningkatnya ketegangan konflik, edisi kesepuluh dari Maraton Internasional Palestina akhirnya kembali digelar. Acara olahraga prestisius ini berlangsung pada Jumat pagi waktu setempat, dengan fokus utama di Bethlehem, Tepi Barat, dan secara bersamaan juga diadakan di Jalur Gaza.

Para pelari memulai langkah mereka tepat pada pukul 06.00 waktu setempat. Titik start untuk perlombaan utama berada di lokasi bersejarah Gereja Kelahiran Yesus di Bethlehem.

Lebih dari sekadar kompetisi atletik, maraton ini juga membawa pesan kuat tentang persatuan. Ajang ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat yang terpisah secara geografis dan administratif di wilayah Palestina.

Baca juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Grup Piala Asia 2027

Itidal Abdul Ghani, yang bertindak sebagai koordinator maraton, menjelaskan bahwa tema yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini adalah “persatuan tanah air”.

Semangat persatuan ini tercermin dalam partisipasi pelari dari berbagai penjuru wilayah. Sebagai contoh, kategori lari 5 kilometer di Gaza Tengah dimulai dari Jembatan Wadi Gaza, menghubungkan komunitas yang berbeda.

Data yang dihimpun oleh pihak penyelenggara menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap acara ini. Total peserta yang terdaftar mencapai lebih dari 13.000 orang. Angka ini mencakup 2.523 pelari yang berkompetisi langsung dari wilayah Gaza.

Selain peserta lokal, maraton ini juga menarik perhatian internasional. Tercatat ada sekitar 1.000 peserta yang berasal dari 75 negara berbeda. Partisipasi global semakin diperluas dengan adanya lebih dari 5.000 peserta virtual yang mengikuti acara dari 88 negara selama periode 17 hingga 21 April.

Untuk mengakomodasi berbagai tingkat kebugaran dan minat, kompetisi ini menawarkan beragam kategori. Pilihan meliputi maraton penuh sejauh 42 kilometer, half marathon sepanjang 21 kilometer, lari 10 kilometer, serta lari keluarga yang dirancang untuk jarak 5 kilometer.

Penyelenggaraan acara megah ini didukung oleh beberapa institusi penting. Dukungan datang dari Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina, Komite Olimpiade Palestina, serta Pemerintah Kota Bethlehem.

Meskipun dilaksanakan dalam kondisi situasi keamanan yang selalu berubah di Tepi Barat dan Gaza, acara ini berhasil terselenggara. Maraton ini menjadi platform penting bagi para atlet profesional maupun pelari amatir untuk menyalurkan ekspresi diri mereka melalui kegiatan olahraga.