GueBerita.com – Krisis energi yang melanda Eropa telah memicu peralihan signifikan terhadap kendaraan listrik, yang terlihat dari lonjakan penjualan pada Maret 2026.
Menurut laporan dari The Guardian, penjualan mobil listrik di benua biru itu melonjak hingga 51 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.
Data yang dirilis menunjukkan bahwa sebanyak 224.000 unit kendaraan listrik baru berhasil terdaftar di jalanan Eropa selama bulan Maret 2026.
Jika dilihat secara kumulatif, angka penjualan kendaraan listrik sepanjang kuartal pertama tahun 2026 mencapai sekitar 500.000 unit.
Peningkatan ini merupakan kenaikan sebesar 33,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan permintaan kendaraan listrik ini secara luas dikaitkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak dunia. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh ketegangan dan konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Cek Kesehatan Hewan Kurban Milik Wabup
Dalam situasi seperti ini, kendaraan listrik mulai dilihat sebagai alternatif yang jauh lebih ekonomis dan efisien jika dibandingkan dengan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Wilayah Nordik di Eropa menjadi pionir dalam adopsi kendaraan listrik, dengan mencatat angka tertinggi dalam penggunaan teknologi ini.
Khususnya di Norwegia, sekitar 98 persen dari seluruh penjualan mobil baru yang terjadi pada bulan Maret 2026 didominasi oleh kendaraan listrik.
Sementara itu, Denmark juga menunjukkan tren positif dengan angka 76 persen, dan Finlandia berada di kisaran mendekati 50 persen untuk adopsi kendaraan listrik.
Negara-negara besar Eropa lainnya seperti Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, dan Polandia juga turut mencatat kenaikan yang signifikan. Masing-masing negara tersebut mengalami peningkatan penjualan kendaraan listrik sekitar 40 persen pada kuartal pertama tahun 2026.






