POCO X8 Pro Max: Smartphone Rp6 Jutaan yang Sangat Mumpuni untuk Game PC

Teknologi15 Views

GueBerita.com – POCO X8 Pro Max kembali menarik perhatian publik setelah melalui serangkaian pengujian yang menguji kemampuannya dalam menjalankan game PC kelas berat melalui emulator di perangkat seluler.

Hasil pengujian tersebut mengungkapkan bahwa smartphone yang berada di kisaran harga Rp6 jutaan ini sanggup mengeksekusi game sekelas Grand Theft Auto V (GTA V), meskipun dengan beberapa batasan performa yang perlu diperhatikan.

Dalam fase pengujian awal, POCO X8 Pro Max berhasil menjalankan berbagai judul game selama periode 30 menit. Selama durasi tersebut, perangkat menunjukkan performa yang stabil dengan suhu operasional yang terkendali.

Dari segi daya tahan baterai, perangkat ini dibekali dengan kapasitas baterai yang impresif, mencapai sekitar 8.500 mAh. Kapasitas ini terbukti mampu menopang penggunaan seharian penuh, dengan menyisakan daya sekitar 36 persen pada akhir pengujian.

Pengujian yang lebih mendalam kemudian dilakukan dengan mencoba menjalankan game PC secara langsung menggunakan emulator melalui aplikasi GameHub. Metode ini dipilih untuk mengukur kemampuan pemrosesan internal perangkat secara mandiri, tanpa bergantung pada koneksi internet.

Hasilnya cukup signifikan. GTA 5 dilaporkan dapat berjalan pada resolusi 800×600 piksel dengan rata-rata frame per second (FPS) mencapai 30 FPS. Namun, performa ini sempat mengalami penurunan hingga 11 FPS dalam beberapa skenario permainan tertentu.

Ketika resolusi ditingkatkan ke Full HD (1080p), performa yang dihasilkan mengalami penurunan lebih lanjut. Rata-rata FPS tercatat berada di bawah 30 FPS, bahkan sempat mengalami penurunan drastis hingga 6 FPS.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa secara teknis, game tersebut memang dapat dijalankan pada perangkat ini. Namun, pengalaman bermain yang optimal belum dapat sepenuhnya dirasakan oleh pengguna.

Salah satu faktor yang diduga menjadi pembatas performa adalah penggunaan chipset Dimensity 9500s. Chipset ini disebut memiliki keterbatasan dalam hal kompatibilitas GPU jika dibandingkan dengan chipset yang berbasis arsitektur Snapdragon.

Baca juga: Terungkapnya Persamaan Genetik Manusia dengan Makhluk Lain Hingga 90%

Lebih lanjut, beberapa judul game PC berat lainnya bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali pada perangkat ini. Kendala tersebut diduga kuat berkaitan dengan perbedaan arsitektur sistem yang dimiliki oleh game-game tersebut.