GueBerita.com – Dunia ilmu pengetahuan kembali dihebohkan oleh fakta biologis yang menakjubkan mengenai hubungan genetik antara manusia dan berbagai makhluk hidup lainnya.
Penemuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang proses evolusi yang telah membentuk kehidupan di Bumi, tetapi juga membuka berbagai peluang baru yang signifikan dalam penelitian medis dan bidang bioteknologi yang terus berkembang.
Informasi terkini yang dibagikan melalui akun Instagram wow.info, dan telah diverifikasi pada tanggal 29 April 2026, mengungkapkan kesamaan genetik yang mengejutkan ini melalui analisis DNA yang sangat mendetail dan komprehensif.
Manusia ternyata memiliki tingkat kesamaan genetik yang sangat tinggi dengan sejumlah spesies hewan yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya.
Menurut informasi yang dipublikasikan, simpanse menempati urutan teratas dalam daftar makhluk hidup dengan kemiripan DNA tertinggi terhadap manusia, mencapai angka 98%. Posisi selanjutnya ditempati oleh kucing, yang menunjukkan kemiripan DNA sebesar 90%. Sementara itu, tikus dan sapi masing-masing memiliki kesamaan genetik dengan manusia sekitar 80%.
Tingkat kesamaan genetik inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa hewan-hewan tersebut sering kali dipilih sebagai objek utama dalam berbagai penelitian ilmiah. Hal ini bertujuan untuk membantu para ilmuwan memahami lebih baik sistem biologis manusia, termasuk dalam proses pengujian efektivitas obat-obatan baru atau dalam studi mendalam mengenai berbagai jenis penyakit yang menyerang manusia.
Namun, keterhubungan genetik manusia tidak berhenti hanya pada dunia hewan. Ternyata, kesamaan genetik ini juga meluas hingga ke kingdom tumbuhan. Pisang, misalnya, dilaporkan memiliki sekitar 60% DNA yang serupa dengan manusia. Lebih lanjut, kol menunjukkan tingkat kesamaan genetik hingga mencapai 50%.
Baca juga: Jay Park & LNGSHOT Siap Rilis MV Terbaru 'Run It Up
Fakta ilmiah yang terungkap ini secara kuat menjadi bukti nyata bahwa seluruh makhluk hidup yang mendiami planet Bumi ini saling terhubung secara fundamental melalui jalinan genetik. Keterhubungan ini tetap ada meskipun wujud fisik, cara hidup, dan kompleksitas organisme sangatlah berbeda satu sama lain.






