Sorotan DPR Terkait Marques Bolden Main di Israel, Erick Thohir Dipanggil

Olahraga20 Views

GueBerita.com – Komisi X DPR RI berencana memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, untuk mendiskusikan legalitas pebasket Marques Bolden yang kini bermain untuk klub asal Israel.

Pembahasan ini akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari persoalan paspor dan visa, hingga kemungkinan adanya aturan spesifik yang mengatur aktivitas warga negara Indonesia di negara tersebut.

Rencana pemanggilan ini mencuat setelah beredarnya informasi mengenai Marques Bolden yang secara resmi telah bergabung dengan klub basket Israel, Ironi Ness Zesia. Kepindahan ini dilaporkan terjadi sejak awal April 2026.

Baca juga: Como 1907 Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya Setelah Finis Keempat di Serie A

Keberadaan Marques Bolden bersama klub barunya ini pun telah diperkuat dengan adanya unggahan foto dan video yang dibagikan melalui akun media sosial resmi klub tersebut.

Anggota Komisi X DPR RI memandang bahwa klarifikasi langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun prosedur administrasi maupun regulasi yang dilanggar dalam proses tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi dengan Israel. Oleh karena itu, terdapat sejumlah ketentuan khusus yang harus diperhatikan dengan cermat terkait aktivitas resmi warga negara Indonesia di negara tersebut.

“Kami sangat berkepentingan untuk mendapatkan penjelasan yang gamblang dan langsung dari Menpora mengenai status administrasi dari pemain tersebut. Kami juga ingin mengetahui apakah ada pertimbangan kebijakan khusus atau aspek etika yang perlu menjadi perhatian sebelum seorang atlet Indonesia memutuskan untuk bermain di sana,” ujar salah seorang anggota Komisi X DPR RI dalam sebuah pernyataan kepada awak media.

Di sisi lain, pengamat olahraga, Hadrian, menyarankan agar publik dan pemerintah menyikapi persoalan ini dengan pendekatan yang lebih bijaksana. Ia berpendapat bahwa keputusan seorang atlet untuk meniti karier di luar negeri seringkali dilandasi oleh pertimbangan profesionalisme dan kesempatan untuk mengembangkan karier di kancah internasional.

Menurut pandangan Hadrian, seorang atlet profesional pada umumnya akan mempertimbangkan dengan matang kesempatan kompetitif yang ditawarkan serta faktor finansial sebelum akhirnya menerima tawaran dari klub-klub di luar negeri.

Oleh karena itu, respons yang diberikan terhadap kasus ini dinilai perlu mencerminkan keseimbangan yang baik. Keseimbangan ini mencakup antara kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku, pertimbangan etika, serta dukungan terhadap masa depan karier atlet yang bersangkutan.