GueBerita.com – Kehidupan keluarga Suyanto, 55 tahun, warga Dusun Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, kini perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Semangat baru mulai menyala dalam diri Suyanto setelah menerima perhatian dan bantuan langsung dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito.
Sebelumnya, Suyanto harus menghadapi kenyataan pahit. Demi membiayai pengobatan sang istri, Zainul Sarpianik, 58 tahun, yang menderita stroke, ia terpaksa menjual rumah satu-satunya yang mereka miliki. Kondisi ini berdampak langsung pada roda perekonomian keluarga.
Usaha warung, yang selama ini menjadi tulang punggung penghasilan keluarga, terpaksa harus ditutup total. Seluruh tabungan dan aset yang ada pun ludes tak bersisa demi memenuhi kebutuhan pengobatan sang istri.
Baca juga: MV Bersamaku Mengisahkan Perjuangan Melalui Kesulitan Hidup
Titik terang mulai terlihat ketika tim dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) Kabupaten Kediri menyambangi kediaman keluarga Suyanto pada Senin pagi, 25 Mei. Kedatangan mereka membawa kabar baik dan bantuan nyata berupa perlengkapan usaha.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu Suyanto memulai kembali usaha warung kecil yang pernah ia jalankan bersama istrinya. Ini menjadi harapan baru agar keluarga ini bisa kembali memiliki sumber pendapatan.
Perhatian pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada bantuan modal usaha. Buah hati mereka, Bunga Febriana, 16 tahun, juga menjadi prioritas. Keterbatasan ekonomi sebelumnya memaksa Bunga harus menghentikan pendidikannya pada November 2025.
Namun, kini Bunga mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali menimba ilmu. Melalui program beasiswa yang digagas oleh Mas Dhito, Bunga diharapkan dapat melanjutkan sekolahnya dan meraih cita-cita.
Suyanto mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Bantuan tersebut menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi keluarganya setelah melalui masa-masa sulit yang panjang dan melelahkan. Ia menyoroti betapa beratnya ketika melihat sang putri harus berhenti sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk.
“Sebenarnya kalau anak sampai tidak bisa melanjutkan sekolah itu pedih, tapi keadaan memang memaksa harus seperti ini. Alhamdulilah dibantu pak bupati, sekarang rasanya sudah ayem,” ujar Suyanto dengan nada lega.
Dengan bekal pengalaman berjualan yang masih dimilikinya, Suyanto kini optimis dapat kembali mengelola warungnya. Ia bertekad untuk menjalankan usahanya sembari tetap merawat sang istri di rumah, sebuah keseimbangan yang kini terasa lebih mungkin untuk dicapai.






