Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman, Imbau Warga Berbelanja Bijak

News18 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan jaminan bahwa stok pangan di wilayahnya dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang periode libur panjang yang akan datang. Periode ini mencakup perayaan Iduladha 1447 Hijriah, cuti bersama, libur akhir pekan, Hari Raya Waisak, hingga peringatan Hari Lahir Pancasila.

Lebih lanjut, ketersediaan bahan pangan di Kota Pahlawan tidak hanya dipastikan aman untuk masa libur, tetapi juga diprediksi akan tetap terkendali dan memadai untuk memenuhi kebutuhan warga hingga beberapa bulan ke depan. Hal ini menjadi indikasi kuat akan stabilitas pasokan pangan di Surabaya.

Kondisi positif ini tercermin dalam Indeks Kecukupan Pangan (IKP) Kota Surabaya pada bulan Mei 2026. Angka IKP tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2026, yaitu menjadi 3,55.

Angka IKP sebesar 3,55 ini secara jelas menunjukkan bahwa pasokan pangan di Surabaya saat ini berada dalam kategori yang sangat aman. Dengan demikian, ketersediaan pangan tersebut dipastikan lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat kota.

Selain terjaganya ketersediaan pangan, masyarakat Surabaya juga dapat menikmati kabar baik terkait harga. Sejumlah komoditas pangan terpantau mengalami tren penurunan harga. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi para konsumen.

Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, yang mencakup periode minggu pertama hingga ketiga Mei 2026, beberapa jenis komoditas diperkirakan akan berkontribusi signifikan terhadap deflasi. Komoditas yang diprediksi mengalami penurunan harga antara lain adalah telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, tomat, semangka, jeruk, anggur, kangkung, serta ikan mujair.

Baca juga: Seleksi Paskibraka Nasional Sulsel Terjamin Transparan dan Objektif

Jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan April 2026, komoditas cabai rawit tercatat sebagai yang mengalami penurunan harga paling drastis pada bulan Mei 2026. Kenaikan atau penurunan harga cabai rawit seringkali menjadi salah satu indikator penting stabilitas harga pangan secara umum.

Penurunan harga berbagai komoditas ini secara kolektif turut memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas harga pangan secara keseluruhan, terutama menjelang perayaan Hari Raya Iduladha yang biasanya diiringi dengan peningkatan permintaan.

Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, memberikan keterangan bahwa kondisi pasokan pangan di Surabaya saat ini berada dalam keadaan yang relatif stabil dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya stok pangan lebih dari cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” ujar Khusnul Amin pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Pernyataannya ini menegaskan keyakinan pemerintah kota terhadap ketersediaan pangan.

Lebih lanjut, Khusnul Amin juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, belum ditemukan adanya fenomena panic buying atau pembelian panik di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok sudah cukup baik.

Menurut pantauan yang dilakukan, warga Surabaya cenderung melakukan pembelian kebutuhan pangan sesuai dengan kebutuhan riil rumah tangga masing-masing. Kebiasaan berbelanja yang bijak ini turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran.