GueBerita.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penegasan bahwa seluruh tahapan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tingkat nasional telah dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan objektivitas.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap adanya isu dan perbincangan di ranah media sosial yang mempertanyakan keputusan terkait tidak terpilihnya salah satu kandidat Paskibraka nasional yang berasal dari Kota Makassar.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian proses seleksi telah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan dan sepenuhnya transparan. Ia juga menekankan keterlibatan langsung tim seleksi dari tingkat pusat dalam setiap tahapan.
Bustanul menambahkan bahwa kewenangan penuh dalam menentukan siapa saja peserta yang berhak melaju ke tingkat nasional berada pada panitia seleksi pusat. Panitia ini, yang terdiri dari berbagai unsur penting, turut hadir dan mengawasi secara langsung jalannya seleksi di tingkat provinsi.
Rincian mengenai tim seleksi pusat tersebut mencakup perwakilan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Internasional (DPPI) Pusat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Sekretariat Militer Presiden. Keberagaman unsur ini diharapkan dapat menjamin objektivitas penilaian.
Lebih lanjut, Bustanul secara tegas membantah adanya isu mengenai penggantian peserta secara sepihak atau pembatalan hasil seleksi yang sudah diumumkan. Ia menyatakan bahwa tidak pernah ada pengumuman resmi yang kemudian dianulir atau digantikan dengan hasil yang baru, sehingga rumor yang beredar tidak berdasar.
Pihak Kesbangpol Sulsel juga mengimbau kepada publik untuk menyertakan bukti dan data yang jelas apabila ingin melontarkan tudingan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat dan menjaga integritas proses seleksi.
Proses penilaian peserta seleksi Paskibraka tidak hanya berfokus pada aspek akademis seperti Tes Intelegensi Umum (TIU) dan wawasan kebangsaan. Penilaian juga mencakup berbagai aspek penting lainnya, termasuk kesamaptaan fisik, kemampuan dalam peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan spesifik yang dibutuhkan, serta penilaian terhadap kepribadian dan karakter setiap peserta.
Bustanul memaparkan bahwa Kota Makassar sendiri telah mengirimkan tiga orang peserta putri untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional. Hasil akhir penentuan siapa yang lolos sepenuhnya merupakan evaluasi komprehensif dari tim seleksi pusat yang memiliki kewenangan tersebut.
Baca juga: Para pemain Persib terganggu oleh kerumunan suporter yang terlalu dekat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Penilaian dilakukan murni berdasarkan kemampuan dan kualifikasi, tanpa mempertimbangkan latar belakang suku, ras, atau faktor personal lainnya.






