BGN Ubah Skema MBG, Distribusi Hanya di Hari Sekolah

Nasional19 Views

GueBerita.com– Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi menetapkan perubahan skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2026.

Dalam pembaruan kebijakan ini, distribusi makanan bergizi bagi siswa penerima manfaat akan difokuskan hanya pada hari-hari sekolah berlangsung. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran pemerintah.

Sebelumnya, program MBG dilaksanakan selama enam hari dalam sepekan. Namun, mulai tahun 2026, frekuensi distribusi akan dikurangi menjadi lima hari, yaitu hanya pada hari efektif belajar mengajar.

Lebih lanjut, mekanisme penyaluran makanan bergizi yang sebelumnya mencakup paket makanan untuk dibawa pulang oleh siswa pada hari libur, kini tidak akan lagi diterapkan. Keputusan ini diambil untuk menekan biaya operasional program secara signifikan.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, memberikan penegasan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam menyukseskan program MBG di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Sony, penyesuaian ini dirancang untuk memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.

Baca juga: Luke Nichols Dukung Anaknya di Kanal Outdoor Setelah Pensiun

Dalam paparannya, Sony menjelaskan bahwa perubahan sistem distribusi ini bertujuan untuk menyederhanakan operasional program sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan dana publik yang dialokasikan.

Ia memberikan jaminan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan program MBG sebagai salah satu upaya fundamental dalam memenuhi kebutuhan gizi dasar anak usia sekolah, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan kekurangan gizi.

Berdasarkan data internal yang dihimpun oleh BGN, penghentian penyaluran paket makanan untuk hari libur diperkirakan akan memberikan dampak positif dalam mengurangi beban biaya logistik dan penyimpanan. Biaya-biaya ini sebelumnya menyerap porsi anggaran yang cukup besar.

Selain itu, pengurangan frekuensi hari distribusi juga dinilai akan berkontribusi pada optimalisasi rantai pasok. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa bahan makanan yang disajikan kepada siswa selalu dalam kondisi segar dan kualitasnya dapat diawasi secara lebih ketat.

Di beberapa daerah yang menjadi sasaran program, pihak sekolah menunjukkan respons positif terhadap perubahan kebijakan yang telah ditetapkan oleh BGN ini.